LombokPost – Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Yasmara Harahap melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Selasa (3/6).
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk menjalin sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan menjaga masyarakat (kamtibmas) di wilayah Lombok Barat.
“Melalui silaturahmi ini, kami berharap bisa bersinergi dan bekerja sama antara pihak kepolisian dengan para tokoh yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Barat untuk mencegah potensi konflik serta menangkal berbagai ancaman yang dapat mengganggu harkamtibmas lainnya,” tegas AKBP Yasmara Harahap.
Baca Juga: Kapolres Lobar Tegaskan Tak Boleh Konvoi Rayakan Kemenangan
Kedatangan Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) termasuk Kapolsek Kediri AKP Jahyadi Sibawaih disambut hangat oleh Ketua Yayasan Ponpes Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfudz beserta para pengurus pondok.
Diskusi hangat pun berlanjut, membahas berbagai aspek terkait situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Kecamatan Kediri.
Pertukaran informasi dan pandangan ini menjadi penting untuk mengidentifikasi potensi permasalahan dan merumuskan langkah-langkah pencegahan.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan diri dan membangun jembatan komunikasi,” ucap Kapolres.
Baca Juga: Kapolres Temui Pimpinan Ponpes Islahuddiny dan MUI Lobar
Ketua Yayasan Ponpes Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfudz menekankan pentingnya silaturahmi seperti ini sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan lembaga pendidikan.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran Bapak Kapolres beserta rombongan.Kegiatan ini sangat penting sebagai langkah untuk menjalin hubungan yang baik antara Kepolisian dengan Lembaga Pendidikan,” ujar TGH Muharrar Mahfudz.
Dia secara singkat memaparkan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Nurul Hakim serta struktur lembaganya.
Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Nurul Hakim saat ini menaungi sekitar 6.000 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah.
Tidak hanya dari Lombok, tetapi juga dari Sumbawa dan Bali.
Jumlah santri yang besar ini menunjukkan potensi Pondok Pesantren Nurul Hakim sebagai salah satu pilar penting dalam pembinaan generasi muda dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dengan demkian TGH Muharar juga berharap sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama bisa menjadi kunci utama dalam menciptakan kamtibmas yang berkesinambungan. (ton)
Editor : Kimda Farida