Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PMI Asal Lombok Barat yang Dibunuh Rekan Kerja Sudah Pesan Tiket Pulang untuk Menikah

Hamdani Wathoni • Rabu, 11 Juni 2025 | 09:14 WIB
Zukandi, kakak dari Sahri Ramadan, PMI asal Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada Lombok Barat menunjukkan foto adiknya yang dilaporkan meninggal dunia dibunuh rekan sesama PMI.
Zukandi, kakak dari Sahri Ramadan, PMI asal Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada Lombok Barat menunjukkan foto adiknya yang dilaporkan meninggal dunia dibunuh rekan sesama PMI.

LombokPost - Jenazah Sahri Ramadan, 28 tahun, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat direncanakan tiba di kediamannya hari ini pukul 10.30 Wita. Setelah sebelumnya direncanakan tiba pukup 18.00 Wita Selasa (10/6), namun pemulangan jenazah baru bisa dilakukan Rabu (11/6) karena persoalan administrasi.

Diketahui, PMI asal Lombok Barat ini dilaporkan meningga dunia di Johor, Malaysia Sabtu (7/6). Dia diduga menjadi korban pembunuhan oleh sesama pekerja migran asal Indonesia.

”Saya dapat informasi dari temannya awalnya kalau dia meninggal dunia karena jatuh dari motor. Kemudian informasi lainnya dia diseruduk hewan. Baru kemudian perusahaan yang memberangkatkannya menyampaikan kalau dia dibunuh,” ujar Zulkandi, kakak kandung korban, Selasa (10/6).

Dia mengaku tidak menyangka jika adiknya tersebut bakal meregang nyawa mendadak. Lantaran, beberapa hari sebelumnya Sahri sempat menelepon dengan keluarga termasuk dirinya. Dia menyampaikan jika dirinya akan segera pulang karena masa kontrak kerjanya sudah habis.

”Terakhir nelpon Hari Jumat pas Idul Adha. Katanya dia juga sudah pesan tiket untuk pulang, dia mau pulang menikah,” aku Zulkandi. Bahkan korban Sahri Ramadan juga sempat menunjukkan tiket pesawat dan jadwal penerbangannya. Namun tak disangka, rencana Sahri Ramadan pupus karena dia meregang nyawa diduga dibunuh oleh rekannya sesama PMI.

"Informasi yang saya dapatkan pelakunya sudah ditangkap lima orang. Kami harap mereka dihukum sebagaimana mestinya,” ungkap Zulkandi berkaca-kaca. Ketua Komisi IV DPRD Lobar Muhali yang datang ke rumah duka kemarin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Informasi yang diterimanya, jenazah PMI asal Lombok Barat itu akan dipulangkan kemarin. Namun rencana pemulangan tersebut terpaksa ditunda karena ada persoalan administrasi yang harus diselesaikan di rumah sakit Malaysia.

Anggota DPR RI H Muazzim Akbar yang juga datang ke rumah duka mengatakan jika pemulangan jenazah akan diberangkatkan hari Rabu ini pukul 07.30 Wita dan diperkirakan tiba sekitar pukul 10.30 Wita.

Direktur Utama PT Kijang Raya Lombok Fetra Ezimon juga mendatangi rumah kediaman keluarga Sahri Ramadan kemarin. Dia membenarkan jika korban memang meninggal dunia dibunuh oleh rekan kerjanya.

Anggota DPR RI H Muazzim Akbar bersama Dirut PT Kijang Lombok Raya Fetra Ezimon saat mengunjungi Sumarti, ayah Sahri Ramadan.
Anggota DPR RI H Muazzim Akbar bersama Dirut PT Kijang Lombok Raya Fetra Ezimon saat mengunjungi Sumarti, ayah Sahri Ramadan.

”Memang dibunuh akibat perkelahian, pelakunya sudah ditangkap polisi,” ujarnya. Namun untuk penyebab pastinya, pihak perusahaan belum menerima laporan kepolisian Malaysia. Mereka hanya menerima jika para pelaku yang jumlahnya lima orang sudah ditangkap.

Baca Juga: Diduga Dibunuh di Johor Malaysia, PMI Asal Lombok Barat Dipulangkan Hari Ini

Fetra Ezimon juga membenarkan jika korban berangkat melalui perusahaannya tahun 2022 lalu. Namun kontraknya sudah berakhir sejak delapan bulan. Sementara Jumarti, ayah dari korban mengatakan pihak keluarga berharap jenazah anaknya bisa tiba di Lombok.

Mereka sudah menerima dan ikhlas apa yang menimpa Sahri. Dengan catatan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Yang terpenting bagi keluarga juga saat ini jenazah Sahri Ramadan bisa dimakamkan dan didoakan sesuai syariat agama.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, Lalu Martajaya membenarkan Sahri Ramadan berangkat ke Malaysia resmi melalui PT Kijang Lombok Raya. Sehingga dia dipastikan berangkat secara resmi bukan ilegal. Kadisnaker menyebutkan informasi meninggalnya Sahri baru diterima dari media sosial dan pihak BP3MI NTB.

”Statusnya kami cek, info terakhir dari BP3MI bahwa PMI ini sudah selesai kontrak,” ujar Martajaya. Jenazah Sahri Ramadan oleh pihak keluarga rencananya akan dimakamkan hari ini bakda salat dzuhur. (ton)

Editor : Jelo Sangaji
#Indonesia #Pekerja Migran #Lobar #Malaysia #pembunuhan