LombokPost-Peluang kerja ke luar negeri kembali terbuka lebar bagi warga Lombok Barat (Lobar). Pemerintah Kerajaan Malaysia disebut telah menyiapkan kuota hingga 30 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) hingga Juli 2025.
Warga NTB, khususnya dari Pulau Lombok, diimbau untuk memanfaatkan peluang ini melalui jalur resmi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat Lalu Martajaya mengatakan warga yang berminat bekerja ke luar negeri bisa langsung mendatangi kantor Disnaker.
Pihaknya telah bekerja sama dengan 220 perusahaan resmi yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan RI.
”Bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri, bisa ke kantor Disnaker. Petugas kami akan memberikan arahan dan informasi lengkap,” ujar Martajaya.
Menurut data Disnaker Lobar, terdapat sekitar 3.500 hingga 4.000 PMI asal Lobar yang saat ini bekerja di luar negeri. Sebanyak 70 persen di antaranya memilih Malaysia sebagai tujuan utama, disusul Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, bahkan sebagian kecil ke negara-negara di Eropa.
Martajaya menekankan pentingnya keberangkatan PMI melalui jalur resmi agar aspek perlindungan tenaga kerja dapat terpantau dengan baik.
”Kami sangat berharap masyarakat menjadi PMI lewat jalur resmi agar perlindungannya bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para PMI yang telah habis masa kontraknya agar segera memperpanjang kontrak dan mendaftarkan diri dalam asuransi resmi, baik di negara penempatan maupun di BPJS Ketenagakerjaan.
”Banyak PMI kita yang sudah habis kontrak di Malaysia, tapi tetap bekerja tanpa memperpanjang dan tidak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Ini tentu merugikan mereka sendiri saat terjadi risiko kerja," bebernya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB H Edy Sofian mengungkapkan, perusahaan-perusahaan di Malaysia saat ini tengah membuka puluhan ribu lowongan kerja bagi PMI.
”Rencananya pemerintah Malaysia akan mengeluarkan kuota sekitar 30 ribu hingga Juli ini,” ungkap Edy, yang juga Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama.
PT Cipta Rezeki Utama sendiri telah mendapatkan job order sebanyak 500 orang. Proses seleksi telah dimulai sejak Kamis (19/6).
Jika digabung dengan perusahaan lain, jumlah job order yang sudah keluar mencapai lebih dari 5.000.
Pihak Disnaker dan APJATI berharap masyarakat Lombok Barat bisa memanfaatkan peluang ini dengan mengikuti prosedur yang sah agar keberangkatan mereka aman dan terlindungi.
Editor : Akbar Sirinawa