LombokPost - Suasana di depan Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar) tak seperti biasanya, Sabtu malam (21/6). Gemerlap lampu, riuhnya tawa, dan aroma kuliner yang menggoda, semuanya menyatu dalam gelaran Car Free Nite (CFN) Gerung.
Ribuan pasang mata tumpah ruah memadati jalur utama, seolah tak mau melewatkan setiap detiknya. Ya, CFN edisi kali ini sukses besar, tak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai mesin penggerak roda ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Bayangkan saja, sepanjang jalan utama di depan kantor bupati, berjejer rapi ratusan stand dan lapak UMKM. Mulai dari kuliner kekinian, kerajinan tangan unik, hingga pakaian modis, semuanya ada. Masyarakat berbondong-bondong menyerbu, bertransaksi, dan menikmati setiap sajian yang ada.
Tak heran jika Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini tak bisa menyembunyikan senyum sumringah di wajahnya. ”Begitu banyaknya stand maupun lapak dari UMKM yang terlibat, ini menandakan bahwa CFN ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan memberi manfaat bagi semua pihak. Gerung pun mulai ramai dan hidup,” ujar Bupati yang akrab disapa Bupati LAZ ini.
Kehadiran bupati bersama jajarannya menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap acara yang dikoordinasi PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Perseroda ini. Kebetulan, gelaran CFN kali ini juga bertepatan dengan hari jadi AMGM yang ke-45.
Sebuah kolaborasi apik yang menghasilkan pesta rakyat nan meriah. Dari panggung hiburan hingga layanan publik CFN memang bukan sekadar ajang jualan. Ini adalah wadah kreasi, hiburan, dan interaksi sosial yang vital bagi masyarakat Lobar. Panggung utama tak pernah sepi.
Penampilan penyanyi ternama seperti Rosalia, finalis The Voice Indonesia, dan Desy Natalia, Juara III X-Factor Indonesia, sukses memukau penonton. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap lagu yang dibawakan. Tak hanya itu, berbagai atraksi seni budaya menarik juga turut mencuri perhatian.
Salah satunya adalah tari api yang spektakuler. Kobaran api yang menari-nari di tangan para seniman berhasil membuat penonton terpana, diselingi decak kagum dan jepretan kamera dari segala sudut. Ini bukan cuma hiburan, tapi juga sebuah showcase kekayaan budaya Lombok yang patut dibanggakan.
Menariknya lagi, CFN tidak hanya melulu soal hiburan dan belanja. Pemda Lobar juga menggandeng Polres Lombok Barat untuk menghadirkan layanan publik di lokasi. Masyarakat bisa langsung mengurus SIM dan SKCK di tempat, tanpa harus repot datang ke kantor polisi.
Ada juga stand pelayanan kesehatan yang siap sedia memeriksa kondisi kesehatan pengunjung. Inilah yang disebut paket komplet. Hiburan, ekonomi, dan pelayanan publik dalam satu wadah. Bupati LAZ berambisi menghadirikan CFN Menyapa Narmada dan Gunungsari karena melihat sukses besar CFN di Gerung.
Dia ingin virus positif CFN ini menular ke wilayah lain di Lobar. Fokusnya kini tertuju pada Narmada dan Gunungsari. ”Ke depannya kegiatan seperti ini kita rencanakan akan diselenggarakan di Narmada dan Gunungsari dengan harapan agar dapat menghidupkan kecamatan,” tegas Bupati LAZ.
Ini bukan sekadar wacana. Bupati membayangkan CFN sebagai sebuah kegiatan yang digagas masyarakat, untuk kepentingan masyarakat, dengan pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator jika diperlukan. Suatu model kemandirian yang diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian lokal dan memberikan ruang kreasi lebih luas bagi warga di kecamatan lain.
Editor : Siti Aeny Maryam