Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saeful Akhkam Jabat Asisten I Setda Lobar, Pansel untuk 10 Jabatan Lowong Segera Dibuka

Hamdani Wathoni • Kamis, 10 Juli 2025 | 09:50 WIB
DILANTIK: Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini melantik Saeful Akhkam sebagai Asisten I Setda Lobar, Rabu (9/7).
DILANTIK: Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini melantik Saeful Akhkam sebagai Asisten I Setda Lobar, Rabu (9/7).

LombokPost – Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini melaksanakan mutasi tunggal pejabat eselon II, Rabu (9/7). Kepala Dinas Dukcapil Lobar Saeful Akhkam diberi amanah baru sebagai Asisten I Setda Lobar Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

"Mutasi kali ini memang satu orang saja, karena posisi Kepala Dukcapil berbeda aturan. Harus ada izin Mendagri, dan prosesnya cukup panjang karena tanpa intervensi," jelas Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini usai pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati.

Mutasi tunggal ini lanjutan dari rangkaian rotasi 17 pejabat eselon II sebelumnya. Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Nurul Adha dan jajaran pejabat Pemkab Lobar. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan adalah amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara maksimal.

"Kita saat ini berpacu menyelesaikan persoalan daerah. Pejabat harus kerja serius, bukan sekadar mengisi posisi," tegas Bupati LAZ, sapaanya.

Terkait pengisian jabatan Asisten I, Bupati menjelaskan bahwa proses pelantikan baru bisa dilakukan setelah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini lantaran jabatan Kepala Dinas Dukcapil yang sebelumnya diemban Akhkam memiliki regulasi khusus.

Dengan ditinggalkannya posisi Kepala Dukcapil, Bupati memastikan bahwa proses seleksi terbuka untuk jabatan tersebut, termasuk serta 9 jabatan eselon II lainnya yang masih kosong, akan segera dimulai. Total ada 10 jabatan eselon II yang saat ini kosong di lingkup Pemkab Lobar.

"Tim Panitia Seleksi (Pansel) dijadwalkan mulai bekerja besok. Kami serahkan ke tim Pansel. Dari tiga besar nanti, kami cari yang terbaik. Ada ujian terbuka juga," jelasnya.

Saat pansel nanti bupati menekankan pentingnya rekam jejak para calon pejabat yang akan mengikuti seleksi. Ia meminta agar catatan dari Inspektorat juga dijadikan salah satu syarat dalam Pansel.

"Saya ingin yang bersih. Tidak ingin bekerja dengan tim yang tidak baik. Itu syarat utama," tandasnya. Dalam uji terbuka nanti, Bupati dan Wakil Bupati akan langsung terlibat menguji tiga besar calon terpilih. Meski memiliki hak prerogatif, Bupati menyatakan ingin memastikan bahwa pejabat terpilih benar-benar memahami arah kebijakan kepala daerah.

"Setelah ada tiga besar, saya dan Ibu Wabup akan uji langsung. Saya ingin mereka bisa menerjemahkan keinginan saya sebagai pimpinan,” pungkasnya. Kepala BKDPSDM Lobar Jamaluddin mengatakan pihaknya segera memproses rekomendasi dan izin kemendagri untuk pengumumang lelang 10 jabatan yang lowong. Menyusul mutasi Kadisdukcapil sekarang sudah dilakukan.

"Langsung kami proses rekomendasi BKN dan izin dari Kemendagri sesuai arahan bupati," ucapnya. Kemudian agar tidak mengganggu pelayanan, pihaknya juga sudah mengusulkan Asisten I Setda Lobar sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdukcapil.

Baca Juga: Kemenkeu Catat Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp 400,6 Triliun pada Semester I 2025

Sementara Asisten I Setda Lobar Saeful Akhkam usai dilantik menyampaikan siap mengemban amanah yang diberikan kepadanya. Akhkam juga menjelaskan untuk sementara waktu, dia menjabat sebagai Plt Kadisdukcapil agar pelayanan kepada masyarajat tidak terganggu.

"Sesuai Perda 11 Tahun 2015, Plt Kadisdukcapil adalah keasistenan bidang pemerintahan. Per hari ini langsung dikomunikasikan ke pusat sehingga tetap langsung efektif tanda tangan elektronik dan tidak mengorbankan pelayanan ke masyarakat," jelas Akhkam. 

Editor : Jelo Sangaji
#laz #asisten 1 bidang pemerintahan #Lobar #Mutasi #Lazadha