LombokPost - Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar) lebih berwarna. Dari yang semula berwarna putih polos kini berubah menjadi putih biru. Hal ini kemudian menjadi perbincangan publik.
Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini memberikan penjelasan terkait perubahan warna kantor bupati ini. ”Warna biru itu adalah warna lambang logo Lombok Barat. Coba diperhatikan logo Lombok Barat didominasi warna biru,” kata Bupati LAZ, sapaannya kepada Lombok Post.
Sentuhan warna biru diharapkan bisa memberikan nuansa baru bagi kantor bupati. Dia meminta hal ini tidak kemudian diinterpretasikan dengan bermacam penafsiran. Terutama dikaitkan dengan narasi politik tertentu.
”Warna biru menjadi ciri khas kita di Lobar. Yang harusnya dipersoalkan kalau nanti dibiarkan kumuh tidak terawat dan tidak dicat,” ucapnya.
Bupati LAZ mengatakan jika dirinya ingin memberikan nuansa baru di Lobar. Tidak hanya kantor bupati, tetapi juga pembangunan alun-alun hingga penataan Kota Gerung. Dia bertekad menghidupkan Kota Gerung yang selama ini tak terurus bisa layak disebut sebagai ibu kota.
Sementara Kabag Umum Setda Lobar Lalu Gde Ramdhan Ayub kepada wartawan menjelaskan jika pengecatan kantor bupati menelan anggaran Rp 379 juta. Pengecatan bangunan yang berumur lebih 10 tahun itu dilakukan lantaran catnya saat ini sudah memudar dan banyak terkelupas. Penujukan rekanan pelaksana dilakukan melalui penunjukan langsung sistem online. ”Karena dibawah Rp 400 juta nilainya, biasanya PL,” cetusnya.
Menurutnya pengecatan itu bagian dari pemeliharaan. Karena keterbatasan anggaran, pengecetan itu hanya untuk bagian depan gedung beserta sisi kiri dan kanan. Sedangkan untuk bagian belakang sisi kiri dan kanan akan kembali diusulkan pada APBD Perubahan.
Ayub juga menjelaskan pihaknya melakukan pemeliharaan untuk ruang kerja bupati Lobar. Anggaran sekitar Rp 300 juta diperuntukan untuk interior termasuk funitur. Rencananya pada APBD Perubahan penataan gedung kantor wakil bupati Lobar termasuk ruang kerjanya juga akan dianggarkan. (ton/r8)
Editor : Prihadi Zoldic