Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WHD 2026, Warga Diajak Kendalikan Hipertensi Bersama

H
Penulis: Hamdani Wathoni❯
JAGA KESEHATAN: Warga mengikuti senam bersama dan pemeriksaan tekanan darah gratis dalam rangka peringatan World Hypertension Day 2026 di Teras Udayana, Mataram, Minggu (17/5). 
JAGA KESEHATAN: Warga mengikuti senam bersama dan pemeriksaan tekanan darah gratis dalam rangka peringatan World Hypertension Day 2026 di Teras Udayana, Mataram, Minggu (17/5). 

Advertisement

LombokPost–Peringatan World Hypertension Day (WHD) 2026 di Kota Mataram berlangsung semarak. Ratusan warga mengikuti senam bersama komunitas Budaya Sport di kawasan Teras Udayana, Minggu (17/5).

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah gratis, hingga konsultasi kesehatan bersama dokter spesialis penyakit dalam dan dokter muda Universitas Islam Al Azhar Mataram.

Peringatan Hari Hipertensi Sedunia tahun ini mengusung tema “Controlling Hypertension Together”.

Advertisement

Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengendalikan hipertensi, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, keluarga, hingga masyarakat luas.

Dokter spesialis penyakit dalam dan ginjal hipertensi, dr. Hj. Amanukarti Resi Oetomo Sp.PD-KGH, FINASIM mengatakan hipertensi masih menjadi ancaman serius karena sering tidak disadari penderitanya.

 Penyakit ini dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena sebagian besar penderita tidak merasakan gejala hingga muncul komplikasi berat.

Advertisement

“Lebih dari 90 persen penderita hipertensi tidak memiliki keluhan. Banyak pasien datang sudah dalam kondisi komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, atau penyakit jantung,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan global WHO, hanya sekitar 21 persen penderita hipertensi di dunia yang berhasil mengontrol tekanan darah di bawah 140/90 mmHg. Sementara di Indonesia, angka pengendalian hipertensi bahkan jauh lebih rendah.

Data WHO Indonesia Hypertension Country Report 2023 menunjukkan hanya sekitar lima persen penderita hipertensi yang tekanan darahnya terkontrol.

“Artinya hanya satu dari 20 penderita hipertensi di Indonesia yang berhasil mengontrol tekanan darahnya dengan baik,” katanya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Penyakit Jantung Intai Usia Muda

Penyakit Jantung Intai Usia Muda

Penyakit jantung yang sebelumnya identik dengan kelompok usia lanjut kini juga banyak ditemukan pada usia yang jauh lebih muda.

Pasang Ring Jantung Kini Bisa di RSUD Selong

Pasang Ring Jantung Kini Bisa di RSUD Selong

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soedjono Selong meresmikan dan mulai mengoperasikan layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer