Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rombak Wajah Kota Gerung, Pemkab Lobar Bangun Jalur Dua Tembus Bypass, Kantor Dewan, dan Islamic Center

Hamdani Wathoni • Jumat, 1 Agustus 2025 | 10:09 WIB
BERI PENJELASAN: Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi menunjukkan rencana pembangunan jalur dua dari depan pendopo Bupati Lobar tembus bypass BIL I.
BERI PENJELASAN: Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi menunjukkan rencana pembangunan jalur dua dari depan pendopo Bupati Lobar tembus bypass BIL I.

LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tengah mematangkan grand design perubahan wajah Ibu Kota Gerung. Selain rencana pembangunan alun-alun dan Bundaran Giri Menang Square (GMS), Pemkab juga akan membangun jalan jalur dua dari depan Pendopo Bupati hingga tembus ke bypass BIL I.

"Grand design dan DED-nya sudah siap. Tinggal proses pembebasan lahan," ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Ratnawi usai sosialisasi internal di Kantor Dinas PUTR, Kamis (31/7).

Sosialisasi diikuti lintas instansi. Mulai dari BPN, Bappeda, Bagian Aset, hingga camat dan para lurah. "Kita satukan pemahaman untuk titik-titik pembebasan lahannya," tambah Ratnawi. Jalur dua ini nantinya akan menghubungkan langsung jantung Kota Gerung dengan gerbang masuk dari BIL I.

Termasuk arus kendaraan dari arah Lembar bisa langsung masuk ke pusat kota. "Ini memang konsep besar dari Pak Bupati," jelasnya.

Rencana itu akan menelan anggaran cukup besar. Sekitar 3,6 hektare lahan akan dibebaskan untuk pembangunan jalan. Dari jalur tersebut, panjangnya sekitar 2,7 kilometer. “Anggaran pembebasan lahannya disiapkan Rp 30 miliar,” sebutnya.

Pembangunan fisik jalan nantinya akan diusulkan ke pemerintah pusat melalui Pemprov NTB. “Kita siapkan lahannya, pembangunan fisiknya oleh pusat,” katanya. Tak hanya jalur dua, Ratnawi mengungkapkan dalam masterplan juga akan dibangun kantor DPRD dan Islamic Center. Keduanya akan menyatu dengan kawasan alun-alun kota, membentuk satu kawasan pemerintahan yang terpadu.

“Lahan untuk pembangunan Islamic Center dan kantor dewan sekitar 2 hektare samping kantor Inspektorat Lobar. Nilai pembebasannya sekitar Rp 15 miliar, dan sudah masuk dalam APBD perubahan,” bebernya. Di dalam jalur dua itu, kata dia, juga terdapat lahan milik Pemda Lobar yang akan dioptimalkan fungsinya.

Ratnawi menyebut proyek ini menjadi langkah konkret memperkuat identitas ibu kota kabupaten. “Ini upaya kita menjadikan Gerung sebagai pusat pemerintahan yang lebih hidup dan representatif,” tandasnya. (ton)

Editor : Jelo Sangaji
#kantor DPRD #Lobar #Islamic Center #Gerung #Dinas PUTR