LombokPost - Nama Muhammad Deri kini semakin sering disebut di kalangan pecinta pendakian, terutama bagi mereka yang pernah menjejakkan kaki di Gunung Rinjani, Lombok. Pria kelahiran 1999 asal Lombok Barat (Lobar) ini bukan sekadar tour guide biasa.
Deri, sapaannya dikenal luas sebagai Pendekar Seruput atau Calderi Rinjani. Ini merupakan sebutan khas yang mencerminkan keunikannya di tengah keras dan menantangnya jalur pendakian gunung tertinggi kedua di Indonesia itu.
Deri mulai jatuh cinta pada Rinjani sejak pendakian pertamanya di tahun 2019. Sejak saat itu, gunung berketinggian 3.726 mdpl ini seolah menjadi magnet baginya. ”Siapa yang pernah naik Rinjani, pasti akan candu dan ketagihan dengan keindahan serta sensasi yang ditawarkan,” ujarnya.
Tak tanggung-tanggung, Deri telah lebih dari 30 kali menaklukkan jalur-jalur Rinjani, baik lewat Sembalun, Aik Berik, Timbanuh, hingga Torean. Setiap sudut jalur ia hafal di luar kepala. Karena itulah banyak tamu dari berbagai daerah seperti Makassar, Jakarta, hingga Palembang, mempercayakan perjalanan mereka kepada Deri.
”Biasanya saya bawa rombongan kecil, maksimal enam sampai tujuh orang. Biar tetap aman dan nyaman,” tutur pria asal Gerung ini.
Kecintaannya pada alam juga membawanya ke dunia usaha. Deri kini mengelola penyewaan alat pendakian dan usaha sablon yang diberi nama Perkad. Ia bukan hanya menjadi guide, tapi juga penyedia perlengkapan outdoor untuk para pendaki yang belum siap secara logistik.
Tak hanya Rinjani, Deri juga kerap menjadi guide ke Gunung Agung dan Gunung Batur di Bali. Ia juga sudah menaklukkan Seven Summit Sembalun seperti Bukit Pergasingan, Anak Dara, Sempana, Kondo, dan Bao Dayak.
Menurut Deri, kenyamanan dan keselamatan pendaki adalah prioritas utama. Ia selalu menekankan pentingnya persiapan fisik jauh hari sebelum mendaki. ”Mau pemula atau yang sudah sering naik, saya sarankan tetap latihan fisik seperti lari. Dan dua-tiga hari sebelum naik harus cukup istirahat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa keindahan jalur-jalur Rinjani sangat sayang jika dilewatkan hanya karena kelelahan. Karena itu, stamina menjadi hal krusial agar pendaki bisa menikmati setiap momen pendakian.
Untuk perlengkapan, Deri selalu menyarankan peserta membawa alat yang sesuai dengan karakter jalur Rinjani. ”Untuk yang mau summit, wajib bawa gaiter buat jalur pasir, headlamp, jaket tebal, dan mantel hujan. Cuaca di gunung bisa cepat berubah,” pesannya.
Bagi yang ingin menggunakan jasanya, Deri bisa dihubungi melalui akun Instagram @calderirinjan1 atau Facebook Calderi Rinjani. Ia siap mendampingi pendakian mulai dari briefing di basecamp, hingga ke puncak dan turun kembali dengan aman.
Baca Juga: Mendadak Jadi Artis, Aksi Agam Rinjani saat Syuting Film Hollywood, Wahhh keren!
”Rinjani itu indah, lengkap. Ada savana, air terjun, danau, air panas, bahkan Jurassic Park di jalur Torean. Tapi semua itu hanya bisa dinikmati kalau kita siap, secara fisik dan mental,” pungkasnya. (bersambung/r8)
Editor : Jelo Sangaji