Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ayah Brigadir Esco Minta Polisi Usut Kematian Anaknya, Ponsel Korban Jadi Kunci Pembuka Tabir

Hamdani Wathoni • Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:41 WIB
TUNTUT KEADILAN: Samsul Herawadi, ayah almarhum Brigadir Esco berharap misteri kematian anaknya bisa terungkap.
TUNTUT KEADILAN: Samsul Herawadi, ayah almarhum Brigadir Esco berharap misteri kematian anaknya bisa terungkap.

LombokPost - Penyelidikan atas kematian Brigadir Esco Fasca Rely tengah dilakukan aparat Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar). Menyusul ada dugaan kematian tidak wajar pada polisi yang bertugas di Polsek Sekotong ini hingga mengarah ke dugaan pembunuhan. Beberapa pihak sudah mulai dimintai keterangan.

”Tadi malam (Senin,Red) saya sudah dimintai keterangan. Terkait kapan terakhir kontak dengan keluarga sebelum kejadian serta beberapa kronologis penemuan jenazahnya,” jelas Samsul Herawadi, ayah Brigadri Esco kepada Lombok Post, kemarin (26/8).

Samsul menyebut jika korban terakhir berkomunikasi dengan pihak keluarga pada Selasa (19/8) malam. Namun keluarga tidak membuat laporan kehilangan dan hanya berkoordinasi dengan rekan korban sesama polisi untuk mencari keberadaannya.

”Karena kami tidak menaruh curiga dan tidak berprasangka buruk. Ponselnya memang tidak aktif tetapi kami pikir mungkin belum dicas,” ungkap Samsul. Namun setelah tiga hari berlalu, pihak keluarga mulai merasa khawatir sehingga pencarian sema diintensifkan.

Baru kemudian pada Minggu (24/8), Brigadir Esco ditemukan tak bernyawa di Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar tak jauh dari rumahnya.

”Asalnya memang Desa Bonjeruk, Lombok Tengah. Cuma karena dia bertugas di Lombok Barat dan istrinya juga bertugas di Polres Lobar, saya izinkan dia tinggal di Desa Jembatang Gantung agar dekat dengan tempat kerja,” ungkapnya.

Selain meminta keterangan dari pihak keluarga, menurut Samsul HP Brigadir Esco juga sudah ditemukan dan diamankan pihak kepolisian. Ponsel tersebut diharapkan bisa menjadi kunci pembuka misteri apa yang sebenarnya terjadi para pria dua anak tersebut.

”Kami tidak menaruh kecurigaan kepada siapapun, karena almarhum orangnya pendiam dan nggak ada musuh. Tapi harapan kami, dari pihak keluarga segera diungkap dan ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku,” harapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lobar AKP Lalu Eka Arya membenarkan pihaknya sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak selama proses penyelidikan berlangsung. Hal ini untuk mengumpulkan keterangan dan data yang dibutuhkan oleh petugas penyelidik.

”Tetap kami lakukan penyelidikan. Apabila ada perkembangan akan kami sampaikan ke teman-teman media,” jawabnya.

Penanganan kasus kematian Brigadir Esco kini tidak hanya ditangani Polres Lombok Barat tetapi juga Polda NTB. Menyusul adanya dugaan indikasi pembunuhan setelah ditemukan luka di bagian tubuh korban. ”Kami gabungan (penanganan kasusnya),” tandasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#Meninggal #Polisi #Mayat #Polres Lombok Barat #pembunuhan