LombokPost – Di tengah kondisi gejolak politik dan aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia, aksi terpuji justru dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat Dr. Syamsuriansah.
Anggota DPRD dari Partai Perindo ini memberikan kejutan kepada Ustad Sairi, salah satu guru ngaji, pegiat pendidikan, serta tokoh masyarakat di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi.
Dia memberikan hadiah umroh gratis.
Hadiah umroh ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya mendidik generasi muda dari berbagai daerah di NTB.
”Saya memberikan kejutan kepada Ustadz Sairi, beliau selaku pegiat pendidikan di Desa Karang Bongkot. Saya bangga dan sangat terinspirasi dengan konsep hidup beliau.Dengan keterbatasannya, dia mengumpulkan anak-anak dari Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Utara dan daerah lain di NTB yang memiliki keterbatasan ekonomi di rumahnya,” ungkat Doktor Syam, sapaannya kepada Lombok Post.
Ustad Sairi mempersilakan anak-anak yang menimba ilmu atau kuliah di Mataram tinggal di rumahnya.
Jumlahnya mencapai puluhan orang.
Para penimba ilmu ini sebagian besar dari kalangan ekonomi kurang mampu bahkan ada yang anak yatim atau piatu.
Puluhan orang kini sudah lulus menyandang gelar sarjana bahkan telah lulus magister.
Di kediamannya yang sederhana, mereka diberikan makan minum, tempat tinggal, kemudian dibantu biaya pendidikan untuk kuliah dengan konsep saling bantu.
Bahkan secara rutin mereka belajar tentang agama hingga life skill mengembangkan budidaya jamur tiram hingga peternakan ayam.
”Terus terang apa yang selama ini beliau lakukan saya sendiri belum mampu melakukan itu. Atas dasar itu saya memberikan hadiah berangkat umroh kepada beliau,” ucap pria yang juga menjabat Rektor Universitas Bima Internasional MFH (Unbim) tersebut.
Doktor Syam pun langsung menyampaikan niatnya memberangkatkan umroh gratis bagi Ustad Sairi tersebut dengan mendatangi pondok tempatnya biasa mengajar.
Di pondok tersebut, Ustad Sairi biasa mengajar ngaji, menggelar sekolah perjumpaan serta berbagai kegiatan pendidikan lainnya. Dia mulai istiqomah mengajar dan menggelar sekolah perjumpaan di berugak ini sejak tahun 2016 silam.
Di sebuah berugak berukuran cukup besar ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bahkan berbagai Negara juga pernah datang belajar ke sini.
Ada yang dari Argentina hingga beberapa Negara Eropa pernah belajar beberapa bulan di kediaman Ustad Sairi.
”Makanya saya sangat salut dan terinspirasi dengan beliau, tidak banyak orang yang mau dan bisa melakukan apa yang beliau lakukan. Dengan segara sumber daya dan kapasitas saya saat ini, saya belum bisa melakukannya. Namun Alhamdulillah sudah mulai meniru konsepnya dan saya lakukan di kampus,” ucapnya.
Sementara Ustad Sairi yang menerima tawaran berangkat Umroh dari Doktor Syam terlihat syok seolah tak percaya.
Dia kaget tak menyangka tiba-tiba mendapat tawaran berangkat ke tanah suci.
”Saya sangat berterima kasih banyak,” ungkapnya penuh syukur.
Ustad Sairi mengaku dirinya hanya menjalankan konsep hidup yang diajarkan gurunya Maulanayaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid yang juga pahlawan nasional asal NTB.
Dia menerapkan konsep yang disebutnya ‘Ilmu Molah Maulana’.
Konsep hidup ini adalah berbagi kepada siapapun yang membutuhkan khususnya generasi muda yang sedang menimba ilmu.
Baginya, makna hidup yang sesungguhnya adalah ketika kita bermanfaat bagi orang lain. Terlebih membantu generasi muda menuntut ilmu yang merupakan kewajiban bagi semua manusia khususnya umat Islam.
”Ilmu Molah Maulana ini yang saya terapkan,” cetusnya.
Dia juga berterima kasih karena selama inisudah banyak yang telah dilakukan Doktor Syam untuk membantu anak-anak dan generasi muda di Pulau Lombok dan NTB umumya.
Saat ini, puluhan anak didiknya mendapatkan bantuan beasiswa dan kuliah di perguruan tinggi yang dipimpin Doktor Syam.
Tak hanya itu, dia jua menyebut Doktor Syam banyak menyalurkan bantuan program aspirasi untuk pelaku UMKM.
Salah satunya bantuan bibit ayam ternak yang saat ini sedang dikembangkannya.
”Tugas dewan atau wakil rakyat saya pikir memang seperti ini membantu masyarakat. Kalau ada 10 orang saja anggota dewan seperti ini, insyaAllah daerah dan bangsa ini akan maju dan sejahtera,” syukurnya.
Editor : Kimda Farida