LombokPost – Misteri kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polsek Sekotong, Lombok Barat, terus menyisakan tanda tanya.
Meyakini adanya kejanggalan, pihak keluarga resmi menunjuk pengacara muda asal Sekotong Dr. Lalu Anton Hariawan, untuk mengawal kasus ini.
Anton menegaskan komitmennya mendampingi keluarga korban.
Ia bahkan telah membentuk tim beranggotakan tujuh orang guna mempercepat proses hukum.
”Kami siap membantu keluarga korban mendapatkan keadilan,” tegasnya, Kamis (4/9).
Menurut Anton, hasil visum luar menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul di tubuh Brigadir Esco.
Fakta ini memperkuat dugaan keluarga bahwa kematian korban bukanlah bunuh diri, seperti yang sempat beredar.
”Kami minta penyidik segera menaikkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujarnya.
Ia juga mendesak aparat untuk mengekstrak data seluruh telepon seluler yang terkait dengan korban, termasuk milik orang-orang terdekatnya.
”Data komunikasi terakhir almarhum bisa menjadi petunjuk penting. Jika ada pihak yang mengetahui tindak pidana namun tidak melaporkan, harus ditindak tegas,” tegas Anton.
Sementara itu, Samsul Herawadi, ayah Brigadir Esco, menyambut baik langkah hukum ini.
Ia berharap kasus kematian anaknya segera menemukan titik terang.
”Sebagai orang tua, kami hanya ingin kejelasan dan kepastian,” katanya lirih.
Sejak awal, keluarga merasa ada upaya mendesain kasus seolah-olah Brigadir Esco bunuh diri.
Dengan kehadiran kuasa hukum, mereka kini merasa lebih kuat dan optimistis misteri kematian sang anak akan terbuka.
Editor : Kimda Farida