LombokPost – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kini memiliki peluang besar dalam pengembangan industri pakan ikan lokal.
Sebuah pabrik pakan ikan yang berlokasi di Dusun Petak, Desa Lembar, Kecamatan Lembar, sudah mampu memproduksi pakan apung berstandar Nasional Indonesia (SNI).
Pabrik yang dikelola kelompok Ikhtiar Bersama binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Lobar ini bahkan menjadi satu-satunya produsen pakan SNI di NTB.
Plt Kadislutkan Lobar Fauzan Husniadi saat meninjau lokasi bersama jajaran menegaskan, pihaknya berkomitmen membantu pengembangan pabrik tersebut.
"Ternyata ada pabrik pakan ikan yang sudah mendapat bantuan, dan produknya sudah ber-SNI. Ini potensi besar yang akan kita kembangkan menjadi sentra produksi," kata Fauzan kepada wartawan.
Saat ini, kapasitas produksi pakan tersebut masih sangat terbatas, hanya sekitar 20–30 kilogram per hari. Padahal, permintaan konsumen sudah datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Lombok. Kondisi ini membuat pabrik kewalahan memenuhi pesanan.
"Kebutuhan dalam daerah saja belum bisa terpenuhi. Dengan 485 kelompok perikanan di Lobar, tentu kapasitas kecil ini tidak sebanding dengan permintaan," jelas Fauzan.
Keterbatasan kapasitas mesin menjadi kendala utama pengembangan produksi.
Namun, dari sisi bahan baku, Lobar dan wilayah sekitar dinilai sangat siap.
Berbagai bahan seperti dedak, tepung ikan, kepala ikan, hingga rajungan tersedia melimpah.
"Soal pasar tidak perlu dikhawatirkan, karena ratusan kelompok perikanan siap membeli produk pakan ikan ini. Justru masalahnya ada di kapasitas produksi yang masih kecil," tambahnya.
Menurut Fauzan, keberadaan pabrik pakan ini punya potensi besar untuk mendorong kemandirian pelaku perikanan lokal. Selama ini, banyak pembudidaya ikan di Lobar dan NTB masih bergantung pada pakan dari luar daerah.
Jika pabrik ini diperkuat, biaya operasional nelayan dan pembudidaya bisa ditekan, sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kalau ini jalan, masyarakat akan lebih berdaya, ekonomi bergerak, dan PAD juga bertambah. Kami akan berupaya melakukan intervensi untuk membantu pengembangan kapasitas produksi pabrik pakan ini," tegasnya.
Pengembangan pabrik pakan ikan di Lembar juga diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, kelompok usaha, dan masyarakat dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.
Dislutkan menilai, dengan dukungan fasilitas dan pendampingan, kelompok Ikhtiar Bersama bisa tumbuh menjadi sentra produksi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional.
Dengan langkah ini, Lobar berpeluang menjadi pusat produksi pakan ikan ber-SNI pertama di NTB. Sebuah langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir. (ton)
Editor : Pujo Nugroho