Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Tentakel ala Dinas Pertanian Lombok Barat Bantu Hemat Biaya, Pasar Tani Keliling Diserbu Warga

Hamdani Wathoni • Senin, 15 September 2025 | 09:37 WIB
PASAR TANI: Sejumlah warga Gerung, Lombok Barat saat menyerbu pasar tani keliling yang digagas Dinas Pertanian Lobar pekan lalu.
PASAR TANI: Sejumlah warga Gerung, Lombok Barat saat menyerbu pasar tani keliling yang digagas Dinas Pertanian Lobar pekan lalu.

LombokPost - Belanja sayur, beras, hingga daging segar tanpa harus jauh-jauh ke pasar, dan harganya pun lebih murah. Itulah yang kini dihadirkan Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar) lewat program baru yang mereka beri nama unik yakni Tentakel, singkatan dari Tenten Tani Keliling.

Program gagasan Kepala Dinas Pertanian Lobar Damayanti Widianingrum ini sederhana tapi punya dampak besar. Mobil boks milik dinas yang sudah tua dan dipermak menjadi semacam toko berjalan. Isinya berbagai kebutuhan pokok, mulai beras, telur, bawang, cabai, hingga daging ayam dan sapi.

”Produk dijual langsung dari petani ke konsumen, jadi harganya jauh lebih murah. Selisihnya bisa Rp1.500 sampai Rp10 ribu per item,” jelas Damayanti.

Bukan sekadar jualan, Tentakel juga punya misi mulia yakni memutus rantai pemasaran. Selama ini, petani kerap tertekan harga lantaran panjangnya jalur distribusi. Konsumen pun harus membeli dengan harga lebih tinggi. Lewat Tentakel, pemerintah hadir di tengah, menanggung biaya transportasi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) agar harga tetap stabil, inflasi terkendali, dan semua pihak merasa diuntungkan.

”Intinya, petani sejahtera, pedagang untung, konsumen tersenyum,” ujarnya. Setiap minggu, mobil Tentakel berkeliling desa.

Ada 12 komoditas pangan strategis yang dijajakan, yaitu beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai kecil, daging ayam, daging sapi, jagung, gula pasir, dan gula merah. Semua ini dipilih karena sering jadi penyumbang inflasi. Harga yang ditawarkan pun bikin mata berbinar.

Misalnya, beras premium dijual Rp 13 ribu per kilogram, beras SPHP Rp 11.600, cabai rawit Rp 20 ribu, telur ayam ras Rp 50 ribu per tray, bawang putih Rp 25 ribu per kilogram, hingga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram. Bahkan tomat segar hanya Rp 4 ribu per kilogram.

”Bawang merah kemarin sempat turun jadi Rp 28 ribu per kilogram. Di Tentakel kami jual Rp 35 ribu, tetap lebih murah dari harga pasar,” tambahnya.

Namun, perjalanan Tentakel tidak selalu mulus. Mobil dinas yang dipakai tergolong uzur. Tak jarang mogok di tengah jalan, apalagi saat harus menjangkau desa-desa dengan medan ekstrem. ”Kalau mobilnya sehat, jangkauan kami bisa lebih luas. Sekarang masih terbatas,” aku Damayanti sambil tersenyum.

Meski begitu, antusiasme warga luar biasa. Setiap kali mobil Tentakel berhenti di desa, warga langsung menyerbu. Ada yang belanja untuk kebutuhan harian, ada pula yang memborong untuk stok seminggu. Bagi petani, program ini memberi kepastian hasil panen terserap dengan harga layak. Bagi masyarakat, hadirnya pasar keliling ini membuat kebutuhan pokok lebih terjangkau.

”Kalau belanja di Tentakel, bisa hemat. Berasnya bagus, cabainya segar, telurnya juga lebih murah,” kata Rina, ibu rumah tangga asal Gerung yang setia menunggu kedatangan mobil Tentakel tiap minggu. Dengan segala keterbatasan, Tentakel kini jadi wajah baru distribusi pangan di Lombok Barat.

Sebuah upaya kecil yang menjelma menjadi solusi besar dengan menjaga harga, menekan inflasi, sekaligus menyejahterakan petani. (*/r8)

Editor : Jelo Sangaji
#keliling #dinas pertanian #Pasar Tani #Lombok Barat #Pasar Murah