Anggota Dewan Provinsi TGH Satriawan Desak Pemprov Perbaiki Jalan Kediri Selatan yang Ditanami Pohon Pisang

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Senin, 15 September 2025 | 08:49 WIB
TUNTUT PERBAIKAN: Warga Desa Kediri Selatan menanam pohon pisang hingga pepayan di jalan provinsi yang ada di wilayah tersebut sebagai bentuk protes.
TUNTUT PERBAIKAN: Warga Desa Kediri Selatan menanam pohon pisang hingga pepayan di jalan provinsi yang ada di wilayah tersebut sebagai bentuk protes.

LombokPost-Kondisi jalan provinsi di wilayah Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, memicu kekecewaan warga. Sebagai bentuk protes, sejumlah warga menanami badan jalan yang rusak parah dengan pohon pisang dan pepaya.

Aksi ini menjadi sorotan publik dan mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Provinsi NTB, TGH Satriawan, yang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB segera mengambil tindakan. TGH Satriawan mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang memprihatinkan ini telah lama menjadi perhatian legislatif.

Ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan kepada pihak eksekutif di Pemprov NTB. ”Perbaikan jalan ini memang sudah sangat lama kami sampaikan ke Pemprov NTB dan beberapa kali,” tegas anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Bahkan, menurut TGH Satriawan, isu perbaikan jalan ini secara khusus sudah pernah dibahas dengan Pj Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. ”Insyaallah sebagaimana janji beliau akan mendapat prioritas,” sambungnya berharap janji itu dapat segera terealisasi.

Kerusakan ini jalan ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.

TGH Satriawan, yang kerap turun reses ke wilayah Kediri Selatan, mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat, khususnya di Dusun Kediri Selatan, terkait kondisi jalan ini. ”Saya sudah lepaskan pokok pikiran di sana. Namun, yang namanya pokir hanya bisa menjangkau untuk perbaikan jalan gang di dusun tersebut,” paparnya.

Anggaran pokir yang hanya bisa dialokasikan untuk perbaikan jalan-jalan kecil di tingkat dusun. Dengan kondisi jalan provinsi yang semakin memburuk, TGH Satriawan berharap Pemprov NTB tidak lagi menunda perbaikan. Dewan menekankan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat.

Kondisi jalan yang baik adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Warga Desa Kediri Selatan kini menanti realisasi janji perbaikan jalan. Mereka berharap, aksi protes ini bisa membuka mata Pemprov NTB untuk segera mengambil langkah konkret.

Keberadaan pohon-pohon di tengah jalan bukan hanya sekadar pemandangan ironis, tetapi juga simbol dari harapan yang tak kunjung terwujud. Aksi penanaman pohon pisang ini dilakukan sebagai puncak kekesalan masyarakat yang merasa aspirasinya tidak didengar.

Kepala Desa Kediri Selatan Edy Erwinsyah membenarkan bahwa aksi ini merupakan respons spontan warganya atas lambatnya penanganan dari pemerintah.

”Sudah lama kami usulkan untuk perbaikan. Sejak 2021, tetapi tidak pernah direspons. Ini yang kemudian membuat warga melakukan penanaman pohon pisang,” jelas Edy. Jalan yang rusak parah dengan lubang-lubang besar di beberapa titik ini memang menjadi momok bagi pengguna jalan, terutama warga setempat.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
provinsi Lombok Barat pisang NTB jalan rusak