Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Dapil Gerung - Kuripan Ali Hidayat Kritisi Jalan Rusak dan Gelap di Sekitar Kantor Bupati Lobar

Hamdani Wathoni • Senin, 15 September 2025 | 23:35 WIB
BUTUH PENERANG: Jalan di Desa Babussalam menuju Kantor Bupati Lombok Barat masih gelap.
BUTUH PENERANG: Jalan di Desa Babussalam menuju Kantor Bupati Lombok Barat masih gelap.

LombokPost – Pembangunan di jantung Kota Gerung tengah bergairah. Berbagai proyek besar dikerjakan di sekitar kompleks Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar). Mulai dari penataan Alun-Alun Kota Gerung, pembangunan jogging track, arena food court, hingga renovasi Bundaran Giri Menang Square (GMS).

Tak tanggung-tanggung, belasan miliar anggaran daerah digelontorkan demi mempercantik wajah pusat pemerintahan.

"Namun, di balik pembangunan ini, ada Jalan Lingkungan di Menang, Kelurahan Dasan Geres, yang berada di samping dan belakang kantor bupati, justru dibiarkan rusak parah dan gelap tanpa penerangan. Padahal kawasan itu masih bagian dari pusat pemerintahan," kritik anggota DPRD Lobar Dapil Gerung - Kuripan Ali Hidayat, Senin (15/9).

Politisi PPP asal Dasan Geres tersebut menilai Pemkab Lobar abai terhadap kebutuhan masyarakat yang tinggal tepat di belakang pusat pemerintahan. "Bisa dilihat sendiri, jalannya berlubang, aspal sudah hancur, dan di malam hari gelap gulita karena tidak ada PJU (Penerangan Jalan Umum)," tegasnya.

Ali mengingatkan, jalan di Lingkungan Menang berstatus jalan kabupaten, sehingga menjadi kewenangan Pemda Lobar untuk memperbaikinya. Kerusakan parah yang terjadi saat ini, menurutnya, tak lepas dari pengalihan arus lalu lintas selama perbaikan jembatan di depan kantor PDAM Gerung beberapa waktu lalu.

"Hampir satu tahun jalur itu jadi akses pengalihan kendaraan. Wajar kalau kemudian rusak. Seharusnya, setelah arus kembali normal, Pemda memberikan kompensasi dengan memperbaiki jalan itu," kritiknya.

Lebih jauh, ia menilai pemerintah tidak seharusnya menunggu warga sekitar untuk menyampaikan keluhan dengan cara mendatangi kantor bupati. "Harus ada inisiatif dari Pemda. Jangan hanya casing pusat pemerintahan yang indah, tapi kondisi di dalamnya, yaitu Lingkungan Menang, dibiarkan buruk," sindirnya.

Ali juga menyinggung kontrasnya kondisi Lingkungan Menang dengan meriahnya acara Car Free Night (CFN) yang rutin digelar di seputaran alun-alun. "Setiap CFN, kawasan depan kantor bupati terang benderang dan ramai pengunjung. Tapi coba masuk ke belakang, hanya beberapa meter dari lokasi itu, jalan rusak, gelap, dan kumuh," ujarnya.

Menurutnya, Pemda Lobar semestinya menata infrastruktur di Lingkungan Menang dan Aik Ampat terlebih dahulu. Apalagi kawasan tersebut dikenal sebagai kampung industri, mulai dari kerajinan genteng, batu bata, hingga pertukangan.

"Kalau infrastruktur dasar seperti jalan dan penerangan tidak layak, tentu akan menghambat aktivitas ekonomi warga," katanya.

RUSAK: Jalan kabupaten di Lingkungan Menang Barat rusak dan butuh perbaikan.
RUSAK: Jalan kabupaten di Lingkungan Menang Barat rusak dan butuh perbaikan.

Dikonfirmasi mengenai langkah dewan, Ali memastikan persoalan jalan lingkungan itu sudah masuk dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lobar. Namun, hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut dari Pemda.

"Kalau tidak bisa masuk tahun ini, kita harap tahun depan bisa masuk. Minimal di anggaran murni 2026, Bupati harus bisa meng-cover perbaikan jalan Menang," ucapnya.

Warga sekitar pun berharap agar kritik dewan ini segera ditindaklanjuti. Mereka menilai, wajah pusat pemerintahan memang harus cantik, tetapi jangan sampai hanya berfokus pada kosmetik pembangunan sementara akses jalan warga dibiarkan rusak. (ton)

Editor : Redaksi Lombok Post
#gelap #Lombok Barat #Jalan #DPRD Lobar #rusak