LombokPost – Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely kembali menyita perhatian publik. Tersangka utama yang tak lain adalah istrinya sendiri, Brigadir Rizka Sintiyani, dihadirkan langsung dalam proses rekonstruksi di Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Senin (29/9).
Proses rekonstruksi berlangsung sejak pagi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Ratusan warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi yang dilakukan secara terbuka.
Antusiasme masyarakat begitu besar karena kasus ini telah menimbulkan kehebohan dan sorotan luas, baik di Lombok maupun di tingkat nasional.
Pantauan di lapangan, rekonstruksi tidak hanya digelar di rumah korban, tetapi juga di sejumlah titik penting, termasuk lokasi ditemukannya jasad Brigadir Esco. Setiap adegan diperagakan ulang sesuai dengan hasil penyidikan, mulai dari interaksi terakhir korban dengan istrinya hingga proses penemuan jenazah.
Polisi menghadirkan belasan saksi dalam rekonstruksi tersebut. Para saksi terdiri dari anggota keluarga, kerabat dekat, hingga pihak yang dinilai mengetahui detail peristiwa. Kehadiran mereka diharapkan bisa memperjelas kronologi dan menguatkan alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.
“Kami meyakini proses rekonstruksi ini sangat penting untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang. Dari keterangan saksi dan bukti yang ada, kami juga yakin ada pihak lain yang terlibat,” tegas Lalu Anton Hariawan, kuasa hukum keluarga Brigadir Esco.
Suasana haru menyelimuti jalannya rekonstruksi ketika keluarga korban hadir menyaksikan langsung. Samsul Herawadi, ayah almarhum Brigadir Esco, tampak hadir didampingi sejumlah kerabat. Wajah duka masih terlihat jelas, namun mereka berharap proses hukum dapat berjalan adil dan transparan.
“Kami ingin keadilan untuk anak kami. Semoga semua yang terlibat benar-benar diungkap,” ujar Samsul.
Pihak keluarga menilai rekonstruksi ini sebagai momentum penting agar publik mengetahui gambaran sebenarnya. Mereka juga meminta agar aparat kepolisian tidak berhenti pada satu tersangka saja, melainkan menelusuri kemungkinan adanya aktor lain di balik peristiwa tragis ini.
Kasus pembunuhan ini sejak awal memang menyedot perhatian luas. Bukan hanya karena melibatkan pasangan suami-istri yang sama-sama berprofesi sebagai anggota kepolisian, tetapi juga karena sejumlah kejanggalan yang sempat muncul dalam penyelidikan awal.
Kehadiran ratusan warga dalam rekonstruksi menjadi bukti bahwa publik menaruh perhatian besar sekaligus menuntut transparansi. Aparat kepolisian berjanji akan menuntaskan kasus ini hingga tuntas tanpa intervensi.
Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya menyampaikan tahapan penyidikan dilakukan secara profesional dan terbuka. Rekonstruksi ini merupakan bagian dari permintaan jaksa karena penting untuk pembuktian di pengadilan nanti.
Dengan proses rekonstruksi, penyidik akan segera merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Publik kini menanti kelanjutan sidang di pengadilan yang diyakini akan menjadi sorotan besar, mengingat kasus ini melibatkan aparat penegak hukum sebagai korban maupun tersangka.
Kasus pembunuhan Brigadir Esco bukan hanya tragedi keluarga, melainkan juga menjadi ujian besar bagi institusi kepolisian untuk menegakkan keadilan mengingat pihak yang terlibat juga sesama anggota kepolisian.
Editor : Jelo Sangaji