Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Minta Tunjukkan Keseriusan, Pemkab Lombok Barat Masih Ragukan Investasi Triliunan PT Marina Bay

Hamdani Wathoni • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:59 WIB
Kepala DPMPTSP Lombok Barat Heri Ramadhan
Kepala DPMPTSP Lombok Barat Heri Ramadhan

LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali menyoroti rencana investasi raksasa yang digadang-gadang PT Marina Bay.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar Heri Ramadhan menegaskan bahwa pihaknya masih meragukan keseriusan perusahaan tersebut untuk benar-benar menanamkan modal di daerah itu.

"Kemarin sempat ada ekspos resmi yang kita gelar bersama Bupati dan jajaran. Saat itu, mereka menyampaikan rencana pengembangan kawasan hingga ratusan hektar," beber Heri kepada Lombok Post, Rabu (1/10).

Tapi faktanya, sampai sekarang progresnya menurutnya belum jelas. Ini yang membuat Pemkab Lobar akhirnya merasa ragu. Terlebih, keraguan itu muncul setelah dievaluasi dari beberapa aspek. Padahal, rencana investasi PT Marina Bay sempat membuat heboh di media sosial.

Konsep pembangunan smart city dengan nilai investasi yang disebut-sebut mencapai puluhan triliun rupiah bahkan ada yang menyebut Rp 90 triliun hingga Rp 17 triliun sempat viral, termasuk di platform media sosial.

Heri membeberkan, salah satu faktor utama yang membuat Pemkab ragu adalah soal penguasaan lahan. Dari total rencana pengembangan sekitar 150 hektar, hingga kini perusahaan baru menguasai lahan belasan hektar saja.

Bahkan, sejumlah titik lahan yang masuk dalam rencana proyek tersebut masih bermasalah secara hukum. Beberapa di antaranya dalam status sengketa atau masih quo. Kondisi ini jelas akan menghambat kelanjutan proyek jika benar-benar ingin direalisasikan.

"Kalau lahannya saja belum tuntas, bagaimana mungkin mereka bisa bicara soal investasi puluhan triliun," ujarnya.

Selain persoalan lahan, modal perusahaan yang terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) juga dinilai belum sebanding dengan rencana investasi jumbo yang pernah dipublikasikan.

Dari data OSS, modal PT Marina Bay hanya terdaftar hanya Rp 10 miliar rupiah. Tak hanya itu, izin yang diajukan dalam OSS juga baru mencakup lahan seluas 1,7 hektar. Padahal, dalam ekspos resmi di hadapan Bupati, perusahaan ini sempat mengumumkan pengembangan hingga ratusan hektar.

"Ini yang membuat kami bertanya-tanya. Kalau betul-betul serius dengan investasi triliunan, saat itu kalau tidak salah dipaparkan sekitar Rp 30 triliun, harusnya pengajuan izin dan modal yang terdaftar juga minimal triliunan," terang Heri.

Meski menyatakan keraguan, Pemkab Lobar tetap membuka pintu selebar-lebarnya jika investor benar-benar serius. Heri menegaskan, Pemda akan mempermudah seluruh proses perizinan apabila PT Marina Bay mampu membuktikan komitmennya dengan penguasaan lahan yang jelas, modal yang memadai, serta rencana bisnis yang konkret.

Bahkan, Pemda siap memperlakukan proyek ini seperti mini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami tentu menyambut baik jika ada investasi besar masuk ke Lombok Barat. Apalagi yang bisa membuka lapangan kerja, meningkatkan PAD, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ucapnya.

Dengan catatan, investasi harus realistis dan sesuai regulasi. Heri juga mengingatkan agar rencana investasi besar seperti ini tidak hanya menjadi sensasi di media.

Menurutnya, Pemkab Lobar ingin kepastian, bukan sekadar wacana yang viral tetapi tanpa tindak lanjut nyata. "Harapan kami, investor benar-benar menunjukkan keseriusan. Jangan hanya ramai di TikTok atau media, tapi tidak ada realisasinya di lapangan," pungkasnya.

Pemkab Lobar masih menunggu langkah konkret PT Marina Bay. Jika perusahaan tersebut mampu memenuhi persyaratan, investasi triliunan rupiah di Lombok Barat bisa menjadi kenyataan.

Namun, untuk saat ini, pemerintah memilih bersikap realistis dan berhati-hati. Diketahui, rencana pembangunan Marina Bay Lombok, sebuah kawasan elit berkonsep tropical smart city.

Proyek ambisius Marina Bay Lombok senilai belasan triliun rupiah ini digarap oleh investor asal Australia. "Nilai investasi yang benar adalah sekitar 1,6 miliar dolar Australia, atau sekitar Rp 17 triliun," ujar CEO Marina Bay Lombok Adrian Campbell.

Marina Bay Lombok menargetkan kuartal ketiga tahun ini untuk memulai pembukaan lahan. Kemudian diikuti dengan dimulainya konstruksi.

Dalam proses pembangunan komponen vila, Marina Bay Lombok bermitra dengan PT Wijaya Karya (WIKA) Gedung. Sedangkan untuk proses perizinan, antara Marina Bay Lombok dengan pemerintah daerah dan nasional sedang berproses.

"Kami akan memberikan informasi resmi setelah semua proses perizinan telah selesai," kata Adrian.

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Barat #dpmptsp #marina bay #NTB #Marina Bay City