Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Properti dan Pariwisata jadi Andalan Lobar, Realisasi Investasi Semester Pertama Tembus Rp 803 M

Hamdani Wathoni • Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:54 WIB
TUMBUH POSITIF: Sektor properti atau pembangunan perumahan menjadi investasi yang tumbuh positif di Lombok Barat.
TUMBUH POSITIF: Sektor properti atau pembangunan perumahan menjadi investasi yang tumbuh positif di Lombok Barat.

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menargetkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 1,2 triliun. Target tersebut naik dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp 1,1 triliun. Hingga semester pertama tahun ini, realisasi investasi tercatat mencapai melebihi 50 persen.

”Realisasi sampai Juni sudah Rp 803 miliar. Saya yakin hingga akhir tahun bisa tembus sesuai target,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar Heri Ramadan.

Heri optimistis target investasi sebesar Rp 1,2 triliun dapat tercapai. Terlebih melihat pergerakan investasi di bulan Juli hingga September.

Pertumbuhannya dinilai cukup baik namun belum direkapitulasi. Realisasi investasi yang telah dicatat hingga kini merupakan laporan semester pertama atau enam bulan, dari Januari hingga Juni 2025.

Sementara laporan kuartal III, yang mencakup periode hingga September, baru akan disampaikan pada Oktober ini.

”Biasanya ada waktu sepuluh hari untuk pengolahan data. Jadi sekitar 11 Oktober kita bisa mengetahui angka realisasi kuartal ketiga,” terang Heri.

Menurutnya, tren investasi di Lobar menunjukkan peningkatan positif. Apalagi, banyak sektor yang mulai berkembang dan didorong oleh pertumbuhan properti serta pariwisata. Dari total Rp 803 miliar yang masuk semester pertama, sektor properti atau perumahan menjadi penyumbang terbesar.

Selain itu, sektor hotel dan jasa pariwisata juga ikut mendongkrak capaian investasi. Menariknya, hampir 50 persen realisasi investasi di Lobar justru berasal dari sektor usaha mikro dan kecil (UMK). Termasuk di dalamnya pedagang, jasa kecil, serta pelaku usaha yang mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat standar.

”Jangan dikira investasi itu hanya dari perusahaan besar. Pelaku UMK juga sangat berkontribusi, karena jumlahnya ribuan dan tersebar di semua kecamatan,” jelas Heri.

Bila dilihat dari asal modal, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan angka sekitar Rp 600 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 133 miliar. ”Untuk PMA, NTB berada di peringkat ketujuh secara nasional. Tapi di Lobar, PMDN tetap lebih besar porsinya,” tambahnya.

Pemerintah daerah disebut aktif mendorong kemudahan berinvestasi. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memberikan arahan agar perizinan dibuat lebih mudah, cepat, dan menjangkau masyarakat luas.

”Strateginya jelas, siapapun yang ingin berinvestasi dengan sungguh-sungguh kami permudah proses perizinan,” ujar LAZ.

Upaya meningkatkan investasi juga dilakukan dengan memperbanyak bimtek dan pelatihan agar pelaku usaha memahami regulasi dan bisa segera mengurus legalitas usaha. Semakin banyak pelaku usaha kecil yang memiliki izin usaha resmi, maka semakin besar pula peluang mereka untuk berkembang.

Hal ini pada akhirnya akan mendongkrak nilai investasi daerah. Dengan sisa waktu enam bulan ke depan Pemkab Lobar menilai target Rp 1,2 triliun sangat realistis.

Apalagi beberapa proyek besar di sektor properti, perhotelan, dan jasa sudah mulai berjalan. Perkembangan properti sangat cepat, hotel-hotel baru juga bermunculan. Ditambah lagi UMKM terus bertambah dengan pengurusan NIB. Jadi tidak sulit untuk mengejar sisa target.

Editor : Siti Aeny Maryam
#invetasi #Lombok Barat #perumahan #NTB #Pariwisata