LombokPost - Kasus dugaan pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat masih menyita perhatian publik. Mengingat sampai saat ini motif pembunuhan dengan tersangka utama istrinya sendiri Brigadir Rizka Sintiyani masih menjadi misteri.
Ditambah, kuat dugaan ada tersangka lain yang dalam waktu dekat juga akan ditetapkan oleh penyidik Polres Lombok Barat bersama Polda NTB. Pihak keluarga dan kuasa hukumnya Jumat sore (3/10) dipanggil kembali oleh pihak kepolisian.
Mereka diinformasikan terkait kemungkinan beberapa tersangka baru dalam waktu dekat. "Kami hadir ke sini karena ingin tahu penjelasan penetapan tersangka baru," jelas Samsul Herawadi, ayah dari almarhum Brigadir Esco kepada wartawan.
Dia mengaku sempat berdiskusi singkat dengan Wakapolres Lombok Barat. Namun lebih detilnya disampaikan ke kuasa hukum pihak keluarga. "Tadi diskusi sepintas, akan ada tersangka baru. Ini jelas dan pasti katanya pak Waka (Wakapolres Lobar)," jelasnya.
Sementara untuk motif dugaan pembunuhan, Samsul mengaku sampai saat ini belum menerima penjelasan pihak kepolisian. Meskipun informasi yang dihimpun Lombok Post, dugaan pembunuhan Brigadir Esco disinyalir karena motif ekonomi.
Almarhum Brigadir Esco diduga kerap berselisih dengan istrinya yang kini menjadi tersangka utama. Hingga beredar kabar masalah utang di bank. Namun ditanya terkait informasi yang beredar mengenai utang almarhum di bank berkaitan dengan kasus ini, Samsul Herawadi mengaku belum tahu.
Sampai sejauh ini belum ada pihak bank yang dikatakan Samsul menghubungi pihak keluarga. "Itu saya belum tahu. Belum ada (pihak bank yang menghubungi," akunya.
Sementara Lalu Anton Hariawan, kuasa hukum pihak keluarga mengatakan jika dia mendapat informasi tambahan sejumlah tersangka. "Para saksi sudah saling buang dan lempar keterangannya. Tetapi saya tidak sebutkan inisialnya agar tidak menghilangkan bukti," kata Anton.
"Saran saya bagi saksi yang diperiksa dalam waktu dekat lebih baik jujur dan memgajukan diri sebagai justice colaborator," sambungnya.
Sementara ditanya motif pembunuhan mengenai masalah motif, Anton juga tak memberi penjelasan. "Nanti motifnya penyidik yang menyampaikan. Tetapi kami sudah tahu. Dan intinya ini pembunuhan keji dan rapi karena pelaku ini punya keahlian siber yang tinggi untuk menghilangkan alat bukti," ucapnya.
Dengan skenario pembunuhan yang dinilai banya menghilangkan barang bukti, Anton bersyukur pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini. "Syukurnya penyidik kita cerdas," pujinya.
Kasatreskrim Polres Lobar AKP Lalu Eka Arya yang dikonfirmasi terkait penetepan tersangka baru hingga pengungkapan motif pembunuhan Brigadir Esco masih belim memberikan respons.
Editor : Siti Aeny Maryam