LombokPost-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar Deny Arif Nugroho mengungkapkan bahwa angka kemiskinan saat ini berada di kisaran 11,90 persen, atau menurun sekitar 4.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum resmi dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). ”Data ini masih bersifat internal, namun menunjukkan tren penurunan yang positif. Kami akan menunggu rilis resmi dari BPS sebelum melakukan publikasi resmi,” jelas Deny, sapaannya.
Baca Juga: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar Sebut Penurunan Kemiskinan Hasil Kerja Bersama
Menurut Deny, berbagai langkah telah ditempuh pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan. Beberapa program yang berjalan di antaranya pelaksanaan Car Free Day dan Car Free Night, yang bukan hanya untuk kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Selain itu, sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur terus digencarkan Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini. ”Harapannya, pembangunan yang sedang berlangsung dapat menumbuhkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja baru, dan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan,” ujar Deny.
Ia menambahkan, pemerintah akan menggelar rapat dengan Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan sebelum rakor bulan November. Agenda tersebut difokuskan untuk merumuskan strategi percepatan pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah dinamika fiskal yang menantang.
Baca Juga: Hasil Audit Inspektorat, 400 Honorer Lombok Barat Tak Layak Diusulkan PPPK Paro Waktu
Deny juga menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi saat ini, yakni keterbatasan anggaran daerah dan adanya pemotongan dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Jumlahnya mencapai sekitar Rp 305 miliar lebih. Kondisi ini dinilai akan mempengaruhi pelaksanaan sejumlah program prioritas.
”Anggaran kita terbatas, dan adanya penyesuaian dari pusat tentu menjadi tantangan tersendiri. Tapi kami tetap optimis, dengan perencanaan yang matang dan sinergi antar perangkat daerah, target tetap bisa tercapai,” jelasnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Lobar pada triwulan kedua tahun 2025 tercatat sebesar 3,4 persen. Pemkab menargetkan pertumbuhan ekonomi 5 hingga 6 persen hingga akhir tahun.
Sementara itu, Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membangun di tengah keterbatasan fiskal. Salah satu langkah penting adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Alhamdulillah tahun ini kita mencatat peningkatan PAD sebesar Rp 60 miliar. Ini hasil dari upaya mengurangi kebocoran dan memaksimalkan potensi yang ada,” tegasnya.
LAZ berharap peningkatan PAD dapat menjadi modal penting untuk memperluas program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. ”Dengan pengelolaan fiskal yang lebih efisien, pemerintah bisa membangun lebih banyak untuk kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai dampak pemotongan dana transfer pusag ke daerah, LAZ berharap semua ASN berkontribusi pada peningkatan PAD. Kemudian Pemkab Lobar juga akan memperbanyak event pariwisata untuk meningkatkan geliat ekonomi. ”Kalau tahun ini target PAD Rp 500 miliar, target kami tahun depan PAD bisa sampai Rp 600 miliar,” tandasnya. (ton/r8)
Editor : Jelo Sangaji