LombokPost - Perubahan terjadi tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Patut Patuh Patju (Tripat). Setelah pengunduran diri direksi lama, kini estafet kepemimpinan di perusahaan yang mengelola aset vital seperti Taman Narmada dan Taman Suranadi ini telah berganti.
”Ya sudah ada pergantian direksi,” ujar Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini kepada wartawan, Jumat (10/10).
Usai pergantian direksi ini, Bupati LAZ, sapaannya langsung memimpin aksi bersih-bersih bersama sejumlah ASN OPD di kawasan Taman Narmada. Aksi ini menjadi penanda dimulainya era baru pengelolaan BUMD tersebut.
Pergantian direksi ini menjadi fokus utama Bupati LAZ dalam upaya revitalisasi Taman Narmada. Menurutnya, potensi wisata dan sejarah di kawasan tersebut harus dioptimalkan secara maksimal agar dapat memberikan kontribusi lebih banyak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar.
”Narmada akan direvitalisasi dan dioptimalisasi potensinya. Harusnya bisa memberikan kontribusinya yang lebih banyak. Taman Narmada bisa didesain untuk berbagai kegiatan,” tegasnya.
Bupati LAZ mencontohkan banyak aset dan potensi yang bisa dihidupkan kembali, termasuk wahana seperti flying fox yang sempat vakum. Ia menekankan bahwa Taman Narmada memiliki nilai histori yang tinggi, yang jika dikemas dengan baik, akan menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.
Lebih lanjut bupati memaparkan perubahan pucuk pimpinan di PT Tripat ini terjadi setelah direksi lama, Eko Esti Santoso mengundurkan diri. Bupati LAZ telah menunjuk sosok baru yang dinilai berkompeten untuk memegang kendali. ”Dirut barunya Wewe Anggraini, seorang ekonom asal Lombok Barat,” jelas Bupati.
Baca Juga: Realisasi Semester Pertama di Bawah 30 Persen, PT Tripat Diminta Naikkan Target PAD
Wewe Anggraini ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) sementara selama enam bulan ke depan dengan mandat khusus. ”Saya minta benahi,” ucap LAZ penuh penekanan.
Langkah tegas LAZ dalam mengevaluasi dan mengganti direksi BUMD mendapat dukungan penuh dari DPRD Lobar.
Terpisah, Mantan Dirut PT Tripat Eko Esti Santoso membenarkan dirinya mundur dari jabatannya. ”Benar, saya mengundurkan diri dari jabatan Direktur PT Tripat,” akunya.
Eko mengungkapkan alasan dirinya mundur dari jabatannya karena saat ini sedang fokus ke akademik. ”Saya sedang fokus menyelesaikan disertasi,” ungkapnya.
Anggota DPRD Lobar H Jumahir setuju dengan langkah evaluasi yang dilakukan bupati terhadap BUMD. Politisi dari Partai Golkar ini menyoroti bahwa target BUMD untuk menyumbang PAD tidak boleh terlalu instan, namun harus ditingkatkan secara berkelanjutan. Ia mendesak agar direksi BUMD membuat terobosan dan inovasi yang nyata.
”Bila perlu dibuatkan pakta integritas. Kalau ada dividen yang diberikan tidak sesuai target, direksi harus diganti. Direksi BUMD harus membuat inovasi yang mendongkrak PAD,” tegas Jumahir.
Ia menambahkan, evaluasi kinerja BUMD merupakan sebuah keharusan. ”Memang harus ada evaluasi kinerja BUMD seperti negara mengevaluasi kinerja BUMN,” paparnya.
Dewan berharap PT Tripat di bawah kepemimpinan Wewe Anggraini dapat meniru standar profesionalisme perusahaan plat merah nasional demi kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.
Pergantian direksi ini diharapkan menjadi titik balik bagi PT Tripat untuk bergerak lebih agresif, profesional, dan inovatif dalam mengelola aset daerah. Khususnya Taman Narmada, sehingga target dividen dan kontribusi PAD dapat terealisasi.
Editor : Akbar Sirinawa