LombokPost – Kondisi jalan di sekitar jembatan arah Pasar Narmada menuju SMAN 1 Narmada dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Kerusakan yang cukup parah di jalur tersebut dinilai sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, bahkan membahayakan pengendara, terutama saat malam hari.
Dari pantauan Lombok Post, kerusakan terjadi di beberapa titik jalan, mulai dari permukaan yang berlubang hingga aspal yang terkelupas.
Kondisi ini menyebabkan pengendara harus melambat dan saling berebut jalur untuk menghindari lubang, yang tak jarang menimbulkan kemacetan pada jam sibuk.
Salah satu pengendara, Rozi, mengaku resah dengan kondisi tersebut.
Ia menyebut, jalan itu merupakan akses vital bagi masyarakat Narmada, karena menghubungkan area pasar, sekolah, hingga pemukiman warga.
Bahkan jalan ini merupakan penghubung ke daerah wisata Sesaot dan Suranadi.
Sehingga setiap akhir pekan arus lalu lintas meningkat.
“Minta tolong diviralkan. Kalau tidak viral, biasanya jalan ini tidak akan segera diperbaiki, padahal ini akses utama warga,” keluhnya, Minggu (12/10).
Rozi menambahkan, di malam hari kondisi jalan semakin berbahaya lantaran minimnya penerangan.
Banyak pengendara nyaris terjatuh akibat tidak melihat lubang di jalan.
“Kalau siang masih bisa kelihatan, tapi malam hari sering ada yang hampir jatuh karena gelap dan jalannya rusak,” katanya.
Warga berharap agar pemerintah daerah, khususnya dinas terkait segera turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut. Mereka menilai, penanganan cepat sangat dibutuhkan mengingat jalur tersebut menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan pendidikan warga Narmada.
“Sebelum makan korban, sebaiknya segera diperbaiki. Jangan tunggu viral dulu baru ada aksi,” tegas Rozi.
Kerusakan jalan ini menjadi perhatian serius masyarakat, yang berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Sekretaris Dinas PUTR Lombok Barat Lalu Ratnawi yang dikonfirmasi terkait status jalan ini membenarkan jalan ini merupakan jalan kabupaten.
"Iya (jalan kabupaten). Kami akan segera tangani ini untuk pemeliharaannya," ucapnya.
Editor : Pujo Nugroho