LombokPost – Warga Kuripan, Kabupaten Lombok Barat digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial R, 42 tahun, yang ditemukan meninggal gantung diri di dalam kamarnya, Kamis (16/10) pagi.
Pria tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi setelah dilaporkan ke polisi melakukan tindak kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan di kampungnya.
Kapolsek Kuripan Ipda I Wayan Eka Ariyana membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.45 WITA.
Setelah mendapatkan informasi, anggota Polsek Kuripan segera dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
"Setibanya di lokasi, kami langsung melakukan sterilisasi area dan menghubungi tim identifikasi untuk melakukan olah TKP," jelas Ipda Eka saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, korban ditemukan tergantung di langit-langit kamar rumah orang tua tirinya.
Kondisi rumah diketahui tanpa plafon, sementara di bawah korban terdapat dipan dan beberapa barang, namun tidak ditemukan kursi atau benda lain yang digunakan sebagai pijakan sebelum menggantung diri.
"Posisi korban tergantung di langit-langit rumah. Tidak ada tanda-tanda perlawanan atau benda keras di sekitar tubuh korban," imbuhnya.
Sekitar pukul 09.00 Wita pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Kuripan untuk memastikan kondisi korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar, polisi melakukan konfirmasi dengan pihak keluarga terkait langkah selanjutnya.
"Keluarga korban meminta agar dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Mataram," kata Ipda Eka.
Baca Juga: Naik Penyidikan, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Batulayar Terancam Hukuman Berat
Lebih lanjut, Eka menjelaskan korban diketahui sempat menghadapi tekanan mental lantaran kasus yang menyeret namanya.
Ia disebut-sebut dituding melakukan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan di desanya.
Dugaan ini membuat korban disebut menjadi tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar dalam beberapa waktu terakhir.
"Kemungkinan besar korban mengalami depresi akibat tekanan sosial dan tuduhan yang dihadapi," jelas Kapolsek.
Namun, untuk keterangan lebih lanjut, semuanya akan disampaikan oleh Unit PPA Polres Lombok Barat yang kini sedang menangani kasus tersebut.
Eka juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
Ia berharap tokoh masyarakat setempat dapat membantu menjaga situasi agar tetap kondusif.
Sementara itu, Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan penemuan jenazah gantung diri ini sempat menggegerkan warga.
Dia juga membenarkan bahwa proses otopsi terhadap jenazah korban telah selesai dilakukan.
"Jenazahnya sudah dikembalikan ke rumah duka," ungkapnya.
Kades mengatakan pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menempuh jalur hukum lebih lanjut.
"Belum ada informasi apakah mereka akan melaporkannya kembali ke pihak kepolisian atau tidak,” kata Hasbi.
Menurutnya, jenazah R akan dimakamkan pada Jumat (17/10) di pemakaman umum desa setempat.
"Rencananya pemakaman akan dilakukan besok (hari ini, Red)," tambahnya.
Editor : Siti Aeny Maryam