LombokPost – Dua jabatan kepala desa yang kosong di Kabupaten Lombok Barat akhirnya resmi terisi.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menunjuk Hulaifi sebagai Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Kebon Ayu, Kecamatan Gerung.
Sementara jabatan Kepala Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, untuk sementara diisi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) setempat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kades.
Kepala Dinas PMD Lombok Barat Mahnan menjelaskan, penunjukan ini dilakukan menyesuaikan kondisi dan aturan yang berlaku.
"Kalau di Kebon Ayu karena kadesnya meninggal dunia, maka kami menunjuk penjabat, Pak Hulaifi. Sementara untuk Bagik Polak, sifatnya sementara, jadi sesuai aturan Sekdes otomatis menjadi Plt Kades," terang Mahnan kepada Lombok Post, Jumat (24/10).
Penjabat kepala desa, jelasnya, merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat oleh bupati untuk melaksanakan tugas, wewenang, kewajiban, dan hak kepala desa dalam kurun waktu tertentu.
Penunjukan ini juga didasarkan atas usulan masyarakat melalui musyawarah desa (musdes).
Sementara Plt Kades adalah pelaksana tugas sementara. Mengingat Kades Bagik Polak masih terjerat kasus hukum dugaan korupsi penggelapan aset daerah.
Begitu ada putusan inkrah, baru kemudian akan ditindaklanjuti dengan pengangkatan Pj Kades atau proses pergantian antar waktu (PAW). Seremoni penerimaan Pj Kades Kebon Ayu berlangsung di aula kantor desa setempat, Jumat (24/10), dihadiri anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hulaifi menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program desa yang telah berjalan, terutama pengembangan Desa Kebon Ayu sebagai desa wisata unggulan di Lombok Barat.
"Desa Kebon Ayu sudah dikenal sebagai desa wisata. Ke depan, kami ingin mempertahankan dan mengembangkan potensi yang sudah ada,” kata Hulaifi.
Ia menegaskan, fokus pengembangan akan diarahkan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif desa, selaras dengan program unggulan Bupati Lombok Barat 'One Village One Product' atau Satu Desa Satu Produk. Menurutnya, produk-produk unggulan seperti tenun tradisional dan olahan makanan khas desa akan menjadi prioritas.
Pemerintah desa akan membantu pengurusan perizinan agar produk tersebut bisa menjadi produk standar desa dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
"Kita ingin produk Kebon Ayu punya izin dan standar yang jelas, sehingga bisa masuk ke pasar oleh-oleh maupun toko modern," ujarnya.
Selain sektor wisata, Hulaifi juga menyoroti pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sumber pendapatan asli desa (PADes).
Dalam musyawarah desa sebelumnya, masyarakat telah menyepakati program ketahanan pangan melalui usaha penggemukan sapi yang akan dikelola oleh BUMDes.
"Dengan dukungan semua pihak, kami yakin bisa berkembang," ujarnya optimistis. Menariknya, Hulaifi saat ini masih merangkap jabatan sebagai Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan di Kecamatan Gerung. Ia mengakui tugas rangkap tersebut cukup berat karena harus membagi waktu antara dua tanggung jawab besar.
"Tapi saya akan berusaha lebih fokus untuk desa. Dengan pengalaman di kecamatan, terutama dalam pembinaan dan pengawasan keuangan desa, saya optimistis bisa menjalankan amanah ini dengan baik," ungkapnya.
Hulaifi juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
"Tidak mungkin saya bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting agar program-program bisa berjalan dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," pungkasnya.
Masa jabatan Hulaifi sebagai Pj Kades Kebon Ayu akan berlangsung hingga Pilkades serentak pada Februari 2027.
Selama masa tersebut, ia diharapkan mampu membawa Desa Kebon Ayu semakin maju dan mandiri, terutama dalam mewujudkan potensi wisata dan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida