Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Targetkan 89 Emas di Porprov 2026, KONI Lombok Barat Butuh Dukungan Rp 5 Miliar

Hamdani Wathoni • Senin, 10 November 2025 | 13:43 WIB
PERSIAPAN: Pengurus KONI Lombok Barat menggelar rapat persiapan Pelatda, Sabtu (8/11).
PERSIAPAN: Pengurus KONI Lombok Barat menggelar rapat persiapan Pelatda, Sabtu (8/11).

LombokPost – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat mulai menyiapkan strategi matang untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026 mendatang. Ketua KONI Lombok Barat Abubakar Abdullah menegaskan, target kali ini bukan sekadar ikut serta, melainkan untuk menjadi juara.

"Target medali minimal untuk Porprov 2026 adalah 89 emas, 35 perak, dan 38 perunggu," tegas Abubakar saat memaparkan rencana kerja bersama tim Pelatda dan jajaran pengurus KONI Lombok Barat, Sabtu (8/11).

Abubakar menjelaskan, untuk mewujudkan target ambisius tersebut dibutuhkan strategi yang jelas, terukur, dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Total sebanyak 524 atlet, 97 pelatih, dan 75 ofisial akan diterjunkan pada ajang empat tahunan tersebut.

Menurutnya, kemenangan tidak cukup hanya dengan semangat juang, tetapi juga harus ditopang dengan perencanaan matang. "Kemenangan itu harus direncanakan. Kita harus punya target yang jelas, pasukan yang jelas, strategi yang jelas, serta amunisi yang jelas. Dan amunisi itu adalah anggaran," ujarnya.

Abubakar menyebut, KONI Lombok Barat membutuhkan dukungan dana sekitar Rp 5 miliar untuk mempersiapkan atlet secara optimal, mulai dari pembinaan, pelatihan, hingga fasilitas pendukung. Ia juga menegaskan pentingnya kerja keras dan infrastruktur olahraga yang memadai, termasuk sarana latihan, tim medis, terapis, hingga psikolog olahraga.

"Porprov ini bukan hanya hajatan KONI, tetapi gawe seluruh masyarakat Lombok Barat. Dukungan konkret dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat kami harapkan untuk mewujudkan Lombok Barat Juara," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pelatda, Ahmad Qurony, memaparkan bahwa strategi pembinaan atlet akan difokuskan pada sistem pelatihan desentralisasi di masing-masing cabang olahraga (cabor). Menurutnya, pelatih di setiap cabor memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas latihan atlet.

"Kami sudah merancang desain program berbasis hasil tes ukur. Jadi setiap atlet dan pelatih akan mendapatkan perlakuan sesuai hasil evaluasi mereka," jelas Qurony.

TETAP SEMANGAT: Pengurus KONI Lombok Barat menargetkan raihan medali emas dua kali lipat dari Porprov 2023 lalu.
TETAP SEMANGAT: Pengurus KONI Lombok Barat menargetkan raihan medali emas dua kali lipat dari Porprov 2023 lalu.

Ia menambahkan, Pelatda akan dilaksanakan dengan konsep desentralisasi untuk mengoptimalkan potensi yang ada di masing-masing cabor. Selain itu, akan diberlakukan sistem promosi dan degradasi bagi atlet sesuai dengan hasil evaluasi berkala.

"Fokus kami bukan hanya pada aspek teknis dan strategi, tetapi juga kedisiplinan, kesehatan, dan kesiapan mental atlet. Semua aspek ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan," ujarnya.

Qurony berharap, melalui pembinaan yang terarah dan dukungan penuh semua pihak, Lombok Barat dapat kembali mengembalikan marwahnya sebagai daerah juara di kancah olahraga provinsi. "Kami ingin Lombok Barat kembali disegani. Dengan kerja keras bersama, insyaallah target 89 emas bisa kita capai," pungkasnya. (ton)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Porprov NTB #koni #Lombok Barat #olahraga #NTB