LombokPost - Ketua Komisi IV Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto berkunjung ke Balai Benih Ikan Desa Provinsi NTB yang ada di Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Kedatangannya untuk melepas bibit indukan ikan sekaligus mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan.
Hujan baru saja reda di Desa Batu Kumbung saat rombongan Titiek Soeharto tiba di lokasi Balai Benih Ikan milik Provinsi NTB, Selasa sore (11/11). Udara sejuk terasa di area kawasan balai benih ikan yang sudah berdiri sejak Tahun 1957 ini.
Tak basa-basi, Ketua Komisi IV DPR RI tersebut langsung turun membawa 10 paket benih ikan nila dan lele yang berisi ribuan ekor ikan. Didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu, secara simbolis dia kemudian menyerahkan bantuan tersebut kepada pengelola balai benih ikan.
Bantuan benih ikan ini diharapkan bisa menjadi indukan yang ada di balai benih tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga tak melewatkan kesempatan menangkap ikan yang ada di kolam milik balai.
Putri almarhum Presiden Soeharto itu nampak asik dan antusias menangkap ikan yang ada di balai benih ikan. Kepada wartawan, Titiek menekankan ikan menjadi salah satu alternatif lauk yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
Kandungan gizinya yang tinggi tidak kalah dengan daging dan ayam. Bahkan, dia menyebut ikan nantinya bisa dikonsumsi oleh anak-anak atau penerima manfaat program makan bergizi gratis yang tengah dijalankan Presiden RI Prabowo Subianto.
”Benih ikan yang kami lepas ini kami harapkan nanti bisa berkembang sehingga bisa disebar ke pembudidaya ikan yang ada di Lombok,” ucapnya penuh senyum.
Kemudian, dia juga meminta agar ikan bisa menjadi salah satu menu yang disiapkan pemilik dapur MBG atau SPPG untuk diberikan kepada anak-anak atau penerima manfaat.
”Kami harapkan dapur atau SPPG membeli ikan dari Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) agar ekominya bergulir. Sehingga masyarakat juga bisa kebagian kue program MBG,” pintanya.
Lebih lanjut, mantan istri Presiden Prabowo ini mengaku selama di Lombok, dirinya akan bertemu dengan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan pemerintah daerah untuk konsultasi terkait masalah dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB.
Itu kemudian akan dibahas di pemerintah pusat untuk dihadirkan solusinya. Dirjen Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu menambahkan kehadiran Titiek Suharto ke Balai Benih Ikan di Lingsar Lombok Barat karena di sini merupakan pusat budidaya ikan.
”Di sini kan pusat pembenihan nila,” cetusnya. Dia menjelaskan jika potensi ekonomi ikan budidaya tidak kalag dengan ikan laut. Sehigga ini menjadi peluang ekonomi atau mata pencaharian yang menjanjikan bagi masyarakat.
Koordinator Balai Benih Ikan Batu Kumbung Sabara Putra menjelaskan jika total benih ikan yang ada di Batu Kumbung sebanyak 8 juta benih. Dari jumlah itu, 70 sampai 80 persen merupakan ikan nila. Kemudian ada juga ikan mas, ikan lele dan lainnya.
”Peternak ikan bisa mengambil dengan harga Rp 25 per ekor. Itu akan diambil petani atau kelompok dari seluruh wilayah NTB kemudian dijual kembali atau dibudidayakan,” paparnya. (*)
Editor : Jelo Sangaji