LombokPost - Pelantikan Pengurus DPP APDESI Merah Putih yang dihadiri sejumlah menteri ini menjadi momentum konsolidasi organisasi kepala desa se-Indonesia, sekaligus ruang penyampaian aspirasi kepala desa dari berbagai daerah, termasuk NTB khususnya Lombok Barat (Lobar).
”Dalam acara itu, kami berkesempatan berdiskusi langsung dengan Menteri Desa dan PDT menyampaikan sejumlah persoalan yang dialami kepala desa di seluruh NTB,” ujar Ketua APDESI Merah Putih NTB yang juga Kades Senggigi Mastur kepada Lombok Post, Rabu (26/11).
Ada tiga poin utama yang disampaikan Mastur, mulai dari minimnya koordinasi pengusaha pengelola MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan pemerintah desa maupun BUMDes sebagai pemasok barang. Banyak pengusaha disebutnya beroperasi tanpa melibatkan unsur desa.
”Kontraktor pembangunan gerai MBG dinilai kurang memberdayakan masyarakat lokal. Rekrutmen tenaga kerja tidak memprioritaskan warga setempat,” sesalnya.
Kemudian adanya hambatan izin pembangunan gerai di atas aset daerah. Mastur menjelaskan bahwa sejumlah desa ingin membangun gerai MBG, namun izin pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi maupun kabupaten belum diberikan.
Menurut Mastur, persoalan-persoalan itu berdampak langsung terhadap peluang ekonomi desa dan harapan masyarakat untuk terlibat dalam ekosistem usaha tersebut.
Menteri Desa dan PDT Yendri Susanto merespons positif penyampaian aspirasi dari NTB.
Ia memastikan bahwa seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan program ke depan.
Pertemuan itu diharapkan menjadi awal dari koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan pemerintah desa di NTB, terutama dalam mendorong pembangunan desa yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan selaku Ketua Pembina APDESI Merah Putih, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yendri Susanto, Menteri Transmigrasi M Miftah Surya Negara, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan harapannya agar APDESI Merah Putih menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan pentingnya kemandirian desa dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor.
”Alhamdulillah pada 2025 Indonesia sudah bebas dari impor beras. Ini capaian besar, dan peran desa sangat menentukan,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yendri Susanto mengingatkan kembali komitmen kementeriannya untuk tetap fokus pada pembangunan berbasis desa.
Ia meminta para pengurus APDESI Merah Putih untuk aktif mengawal sekaligus berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan desa.
Ketua Umum APDESI Merah Putih dalam sambutannya juga mengutip pesan Bung Hatta tentang pentingnya pembangunan yang dimulai dari desa.
”Indonesia tidak akan terang dengan lampu mercusuar di ibu kota, namun akan bersinar dengan cahaya dari desa-desa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh menteri yang hadir dan telah memberikan dukungan penuh sehingga pelantikan berjalan sukses.
Editor : Kimda Farida