LombokPost – Peringatan Hari Bhakti PU ke-80 diwarnai dengan hujan deras yang mengguyur di kawasan Bendungan Meninting, Kamis (27/11).
Namun hujan tak menyurutkan semangat Pemkab Lombok Barat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Barat menggelar aksi penghijauan dan pelestarian lingkungan.
”Melalui peringatan Hari Bhakti PU ini kami melakukan penanaman 1.000 bibit pohon serta menebar 25.000 benih ikan di kawasan Bendungan Meninting sebagai wujud kerja nyata untuk bumi yang lebih baik,” ucap Kepala Dinas PUTR Lombok Barat Ahad Legiartho.
Menjaga ekosistem alam menjadi salah satu bagian dan bentuk perhatian yang diberikan Dinas PUTR Lobar pada peringatan hari bhakti PU. Terlebih, kelestarian alam di kawasan mega proyek Bendungan Meninting wajib diperhatikan.
Mengingat bendungan ini merupakan proyek strategis nasional yang dibangun dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Ditanya terkait sejumlah proyek pembangunan Dinas PUTR Lombok Barat tahun ini, Ahad Legiarto menyampaikan jika semua sudah sesuai rencana. Khusus proyek fisik, diakuinya ada yang memang mengalami deviasi minus maupun plus.
Khusus untuk proyek fisik yang mengalami deviasi minus, percepatan terus dilakukan oleh kontraktor pelaksana. ”Karena kendala cuaca (hujan) bisa dilihat sendiri menjelang akhir tahun ini. Kemudian tenaga kerja sedang banyak terserap untuk proyek serta ongkosnya mengalami kenaikan. Alat berat juga kita rebutan sewa,” paparnya.
Namun demikian, Ahad menegaskan jika hal tersebut bukan menjadi alasan bagi proyek fisik yang sedang dilaksanakan tidak dikerjakan sesuai masa kontrak. ”Jika terlambat, ya kita proses sesuai aturan dengan dikenakan denda,” tegasnya.
Namun sejauh ini, Ahad yang akan memasuki masa pensiun per 31 Desember 2025 ini optimis proyek fisik yang ada di Dinas PUTR Lobar akan tuntas sesuai rencana.
Khususnya pembangunan proyek fisik strategis yang menjadi program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat seperti pembangunan Alun-alun Kota Gerung, Jogging Track, Revitalisasi Bundaran Giri Menang Square (GMS), hingga pembangunan jalan maupun jembatan.
Selain proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), proyek fisi bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 13 paket dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar berupa SPAM dikatakannya juga bakal tuntas akhir tahun ini.
Sementara Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang turut hadir bersama Wakil Bupati Nurul Adha menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Terutama bagi Pulau Lombok yang dinilai sangat rentan terhadap perubahan iklim global.
”Menjaga alam adalah satu-satunya cara memastikan masa depan. Pulau kecil seperti Lombok sangat rentan terhadap perubahan global. Karena itu tugas kita adalah menghentikan dan mencegah proses degradasi lingkungan,” tegasnya.
Ia menilai penanaman pohon dan penebaran benih ikan merupakan ikhtiar yang saling melengkapi dalam mengembalikan keseimbangan ekosistem. Menurutnya, keduanya tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
”Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Semoga menjadi langkah awal untuk terus melakukan hal-hal positif bagi kelestarian alam,” ujarnya. LAZ juga menyoroti posisi strategis Bendungan Meninting sebagai penyangga lingkungan di Lombok Barat. Dengan letaknya yang berada di kawasan atas, bendungan ini dianggap memiliki peran penting dalam mencegah erosi dan kerusakan lahan.
”Bendungan Meninting secara teori adalah titik paling tepat untuk penguatan ekosistem. Jika kawasan atas terjaga, maka kualitas lingkungan di bawahnya akan terus baik,” tambahnya.
Terkait proyek fisik Pemkab Lombok Barat yang saat ini masih dikerjakan, bupati juga yakin semua akan selesai tepat waktu. Terlebih tim teknis Dinas PUTR Lombok Barat selalu melakukan pengawasan dan pendampingan secara rutin terhadap sejumlah proyek tersebut.
Editor : Prihadi Zoldic