LombokPost - Curah hujan yang turun berturut-turut beberapa pekan terakhir membuat dua wilayah kecamatan di Lombok Barat yakni Labuapi dan Sekotong berada dalam status rawan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat Sabidin menjelaskan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, banjir di dua wilayah ini sulit terelakkan. "Saat hujan deras terjadi, wilayah Labuapi seperti di Desa Perampuan itu sempat banjir. Kemudian di Sekotong itu Desa Persiapan Belongas," jelasnya kepada Lombok Post.
Wilayah Labuapi menjadi salah satu titik yang paling merasakan dampak hujan yang turun tanpa jeda selama beberapa hari berturut-turut. Meski intensitas hujan tergolong sedang, durasinya yang panjang bahkan berlangsung semalaman bisa mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Labuapi tergenang.
Desa Perempuan dilaporkan mengalami dampak paling parah. Sebanyak 25 kepala keluarga sempat mengungsi dan menempati masjid selama dua malam untuk menghindari genangan yang masuk ke rumah mereka.
Beruntung, situasi sudah berangsur normal dan warga telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, di Karang Bongkot dan Kuranji, banjir tidak separah di Desa Perempuan. Genangan lebih cepat surut, dan air tidak sampai menghambat aktivitas warga.
Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi. Berbeda dengan Labuapi, banjir yang terjadi di Kecamatan Sekotong memiliki karakteristik yang lebih cepat surut.
Hujan deras sempat menyebabkan wilayah Sekotong Tengah hingga Buwun Mas dan Belongas sampai terendam. Namun, karena kondisi geografis yang miring dan dikelilingi perbukitan, air cepat mengalir menuju laut.
"Banjir di Sekotong biasanya tidak bertahan lama. Hanya sekitar satu sampai dua jam setelah hujan berhenti, air sudah langsung hilang," jelas Sabidin.
Meski cepat surut, banjir tetap menyebabkan gangguan lalu lintas. Hal ini dipicu oleh saluran drainase di sepanjang jalan utama Sekotong yang tersumbat sedimen. Endapan tanah dari perbukitan terbawa air hujan dan menutup saluran, sehingga air meluber ke badan jalan.
Sabidin menjelskan pihaknya telah menyiapkan tim untuk menangani masalah banjir. Begitu mendapat laporan adanya banjir Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Barat langsung turun ke lapangan.
Petugas dikerahkan hingga ke kawasan Blongas untuk memastikan penanganan awal berjalan lancar, termasuk monitoring kondisi saluran air dan memastikan jalur transportasi aman dilalui. BPBD mengimbau warga, terutama di wilayah rawan banjir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir susulan tidak bisa diabaikan. "Kami tetap siaga dan memantau perkembangan cuaca," tegas Sabidin.
Editor : Siti Aeny Maryam