Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serap Produk Warga, Dapur MBG Yayasan Agniya di Montong Are Komitmen Berdayakan UKM Lokal Lombok Barat

Hamdani Wathoni • Rabu, 17 Desember 2025 | 08:25 WIB
BERDAYAKAN MASYARAKAT: Produk UMKM lokal diserap oleh dapur MBG Yayasan Agniya Desa Montong Are, Kecamamatan Kediri, Lombok Barat.
BERDAYAKAN MASYARAKAT: Produk UMKM lokal diserap oleh dapur MBG Yayasan Agniya Desa Montong Are, Kecamamatan Kediri, Lombok Barat.

LombokPost – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Agniya yang berlokasi di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lombok Barat khususnya warga setempat.

Kehadiran dapur MBG ini tidak hanya bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga lokal.

Owner sekaligus pengelola dapur MBG Yayasan Agniya, Hariyanto, menegaskan bahwa sejak awal pendirian dapur tersebut, pihaknya berkomitmen untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam rantai pasok kebutuhan dapur.

“Komitmen kita untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Hariyanto.

Dapur MBG ini merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Montong Are 2, yang berada di bawah naungan Yayasan Agniya. Melalui dapur Agniya 1 tersebut, pengelola berupaya menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Barat.

Hariyanto menjelaskan, seluruh bahan baku yang digunakan dalam operasional dapur MBG diambil dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), petani, serta produsen lokal di wilayah Lombok Barat. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.

“Komitmen SPPG Montong Are 2 dapur Agniya 1 adalah memberdayakan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, dengan mengambil bahan baku dari UKM di sekitar Lombok Barat,” jelasnya.

Berbagai kebutuhan pokok dapur MBG dipasok langsung oleh masyarakat sekitar. Mulai dari sumber protein hewani hingga bahan pangan pokok, semuanya berasal dari produksi lokal.

“Mulai dari ikan nila, sayur, roti, beras, telur, semua kami ambil dari masyarakat sekitar,” paparnya.

Tidak hanya itu, dapur MBG Yayasan Agniya juga menggunakan bumbu dapur yang diproduksi oleh petani lokal. Bumbu basah seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta berbagai bahan bumbu basah lainnya dipasok langsung dari warga sekitar Desa Montong Are dan wilayah Lombok Barat.

Langkah ini dinilai mampu membuka peluang pasar yang berkelanjutan bagi petani dan pelaku UKM, sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dengan adanya kepastian pembelian bahan baku, masyarakat memiliki peluang meningkatkan pendapatan secara stabil.

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, dapur MBG Yayasan Agniya juga mengedepankan standar kebersihan dan pengelolaan makanan yang baik. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar gizi dan layak konsumsi bagi masyarakat penerima manfaat.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Dengan dukungan bahan baku lokal, program ini juga dinilai sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan daerah.

Ke depan, Yayasan Agniya berharap dapur MBG di Montong Are dapat menjadi contoh pengelolaan dapur sosial yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat Lombok Barat.

Editor : Prihadi Zoldic
#UMKM #warga lokal #Lombok Barat #produk #Mbg #lokal