Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antusiasme Pencinta Melodi Emas Kecial Kuning di Lombok Barat, Hobi Beromzet Puluhan Juta

Hamdani Wathoni • Rabu, 24 Desember 2025 | 22:04 WIB
ANTUSIAS: Sejumlah warga saat mengikuti lomba kicauan Burung Kecial Kuning di Gerung, Lombok Barat, Senin (22/12).
ANTUSIAS: Sejumlah warga saat mengikuti lomba kicauan Burung Kecial Kuning di Gerung, Lombok Barat, Senin (22/12).

LombokPost - Kecial kuning menjadi salah satu jenis burung yang digandrungi di Lombok Barat. Setiap Senin sore, pencinta burung ini berkumpul dari segala penjuru untuk beradu kicauan di dekat Lapangan Mareje Gerung.

Matahari mulai condong ke barat di ufuk Lombok Barat, namun keriuhan di sebuah gantangan di pinggir Jalan Gatot Subroto Gerung dekat lapangan justru baru saja dimulai. Senin sore (22/12), ratusan orang berkumpul bukan untuk demonstrasi, melainkan untuk menyimak konser alam dari burung-burung mungil yang dikenal dengan nama Kecial Kuning. ​

Di balik tubuhnya yang kecil dan warna kuning yang khas, tersimpan daya tarik luar biasa yang mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menjadi penawar penat yang mujarab. ​Bagi orang awam, pemandangan di arena lomba mungkin terlihat sederhana.

Tiket pendaftarannya pun sangat merakyat, hanya Rp 5 ribu. Hadiahnya juga bukan uang tunai jutaan rupiah, melainkan seekor ayam jantan. Namun, bagi para kicau mania lokal, nilai sebuah kompetisi jauh melampaui hadiah fisik tersebut. ​

"Di sini tempat kumpulnya para pencinta burung kecial kuning. Kami datang bukan semata-mata mengejar hadiah, tapi menyalurkan hobi dan melatih mental burung agar lebih berani bersuara," ujar Anto, seorang warga yang rutin menempuh perjalanan dari Desa Beleka demi mengikuti ajang ini. ​

Anto mengaku hampir setiap Senin sore ia sudah bersiap di lokasi sejak pukul 16.30 WITA. Baginya, melihat burung rawatannya tampil prima dan ngoceh di depan juri memberikan kepuasan batin yang sulit diukur dengan materi. ​Jangan remehkan burung kecil ini.

Di balik biaya lomba yang murah, tersimpan potensi bisnis yang menggiurkan. Seekor Kecial Kuning yang awalnya hanya dibeli dengan harga recehan bisa bertransformasi menjadi aset berharga jika memiliki performa yang konsisten dan sering meraih juara.

​"Ada burung kecial kuning yang harganya bahkan sampai Rp 30 juta," beber Anto. ​Angka tersebut tentu tidak datang begitu saja. Burung dengan harga fantastis biasanya memiliki jam terbang tinggi dan perawatan yang sangat spesifik.

Mereka harus rajin berkicau secara konsisten, bukan musiman. Hal inilah yang membuat para pemilik berlomba-lomba melatih burung mereka setiap minggu. ​Hal senada diungkapkan oleh Pauzul, salah satu peserta yang sore itu tampak sumringah.

Di tangannya, ia menenteng seekor ayam jago, hadiah atas kemenangan jagoannya di atas gantangan. ​"Senang sekali. Selain harganya murah dan perawatannya relatif mudah, harga jualnya bisa melambung tinggi kalau sering menang," kata Pauzul sambil tersenyum. ​

Baca Juga: Melihat Cara Komunitas Pringgabaya Meriri Menjaga Lingkungan

Bagi Pauzul, Kecial Kuning bukan sekadar komoditas. Di tengah padatnya rutinitas pekerjaan, mendengarkan kicauan burung di rumah atau melihatnya berkompetisi di sore hari adalah terapi stres yang paling ampuh. ​Seiring kumandang azan Maghrib yang mulai mendekat, satu per satu peserta mulai menurunkan sangkar mereka.

Meski kompetisi berakhir, obrolan mengenai tips perawatan dan rahasia agar burung tetap gacor terus berlanjut di warung-warung kopi sekitar. Di Gerung, Kecial Kuning telah berhasil mengubah hobi sederhana menjadi simfoni yang mendatangkan kebahagiaan dan tentu saja, pundi-pundi rupiah yang tak terduga. 

Editor : Rury Anjas Andita
#hobi #kecial kuning #Hiburan #jutaan #burung