Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha Tuntaskan Krisis Air Bersih Menahun di Gili Gede dengan Bangun SPAM Bawah Tanah Rp 3,4 Miliar

Hamdani Wathoni • Kamis, 25 Desember 2025 | 21:09 WIB
KERJA NYATA: Tim dari Dinas PUTR Lobar saat turun mengecek SPAM Gili Gede yang sudah selesai dibangun tahun ini.
KERJA NYATA: Tim dari Dinas PUTR Lobar saat turun mengecek SPAM Gili Gede yang sudah selesai dibangun tahun ini.

LombokPost – Persoalan krisis air bersih yang telah lama dialami masyarakat Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), akhirnya teratasi. Melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pipa bawah tanah senilai Rp 3,4 miliar, ratusan kepala keluarga kini dapat menikmati layanan air bersih secara permanen dan berkelanjutan.

Ini merupakan proyek strategis pasangan Pemkab Lobar di tahun pertama kepemimpinan Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wabup Nurul Adha.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat Lalu Ratnawi menyampaikan, SPAM Gili Gede saat ini melayani 233 sambungan rumah (SR). Selama bertahun-tahun, warga Gili Gede harus mengandalkan distribusi air bersih dari daratan dengan biaya mahal, menggunakan perahu penyeberangan.

“Dulu air bersih dikirim lewat perahu, biaya tinggi dan tidak efisien. Sekarang masyarakat sudah terlayani dengan sistem perpipaan bawah laut,” jelasnya.

Kalaupun ada air sumur di Gili Gede, airnya payau dan tidak bisa dikonsumsi untuk minum atau memasak. Sehingga, SPAM Gili Gede menjadi proyek strategis karena merupakan satu-satunya proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan sistem pipa bawah laut yang ada di Indonesia saat ini. Proyek ini bahkan ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional.

Karena kondisi geografis Gili Gede yang tidak memungkinkan dilakukan pengeboran air tanah, tim teknis melakukan pengeboran di wilayah Tembowong, Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekokotong. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman 80 meter untuk mendapatkan sumber air layak konsumsi dengan kadar payau yang sangat minimal.

Air dari sumur bor tersebut kemudian dialirkan melalui pipa bawah laut sepanjang sekitar 670 meter menuju Gili Gede. Selanjutnya, air dipompa ke reservoir yang berada di perbukitan sebelum didistribusikan ke seluruh dusun di wilayah Orong Bukal.

Proyek SPAM Gili Gede dilengkapi dua unit reservoir dengan kapasitas masing-masing 50 meter kubik. “Masih ada cadangan air yang cukup. Sistem ini dirancang untuk keberlanjutan,” katanya.

Ke depan, cakupan layanan SPAM Gili Gede berpotensi diperluas hingga 600 kepala keluarga. Saat ini, layanan baru menjangkau sekitar seperempat dari total kebutuhan masyarakat. Jika pelayanan berjalan optimal, perluasan jaringan akan dilakukan secara bertahap.

Pengelolaan SPAM Gili Gede direncanakan akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sistem ini juga diharapkan menunjang sektor pariwisata, khususnya hotel dan penginapan yang berkembang di kawasan Gili Gede.

“Hotel-hotel nantinya bisa memanfaatkan layanan air bersih melalui pengelolaan BUMDes. Ini sangat mendukung pariwisata karena tidak perlu lagi membeli air bersih dari luar untuk kebutuhan masak dan minum,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Dinas PUTR Lombok Barat membangun 11 titik SPAM pada tahun ini. Sumber air yang digunakan bervariasi, mulai dari mata air alami hingga sistem sumur bor, menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

"Selain konsentrasi pada perbaikan jalan, pak bupati dan wabup juga fokus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih," jelas Ratnawi.

Dengan beroperasinya SPAM Gili Gede, diharapkan persoalan pemenuhan air bersih di wilayah kepulauan Lombok Barat dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Editor : Siti Aeny Maryam
#air bersih #Lombok Barat 1 #Bupati LAZ #Nurul Adha #Gili Gede #SPAM