Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

4.600 Wisatawan Kapal Pesiar Sulit Menginap Karena Minimnya Atraksi dan Akomodasi

Hamdani Wathoni • Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:23 WIB
TIBA DI  AWAL TAHUN: Ribuan wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lembar (2/1).
TIBA DI AWAL TAHUN: Ribuan wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lembar (2/1).

LombokPost - Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, mencatat sejarah baru di awal 2026. Kapal pesiar Ovation of the Seas milik Royal Caribbean resmi bersandar dan menjadi kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.

Kapal berbendera Bahamas itu membawa sekitar 4.600 penumpang dan 1.500 kru, sekaligus menjadi kapal pesiar pertama yang singgah di Lombok pada tahun 2026.

"Ini kapal pertama yang singgah di Gili Mas di tahun 2026. Saya menyambut wisatawan pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Lombok dari kapal Royal Caribbean dengan sekitar 4.000 penumpang," Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyambut langsung wisatawan pertama yang turun dari kapal. 

Ia menyebut momen tersebut sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata NTB, meski masih dihadapkan pada tantangan besar, khususnya terkait durasi kunjungan wisatawan kapal pesiar.

Namun demikian, Gubernur menegaskan mayoritas kapal pesiar yang datang ke Lombok belum menjadikan daerah ini sebagai destinasi overnight atau menginap. Umumnya kapal hanya bersandar selama beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan.

"Masalah utamanya bukan promosi, tapi fasilitas. Atraksi kita masih terbatas dan akomodasi belum mampu menampung 4.000 wisatawan sekaligus dalam satu kawasan," jelasnya.

Jarak destinasi dari Pelabuhan Gili Mas juga menjadi tantangan. Senggigi dan Mataram membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam, sementara Mandalika sekitar satu setengah jam. Kondisi ini membuat wisatawan kapal pesiar hanya memiliki waktu efektif 6 hingga 12 jam di darat.

Gubernur mengaku sudah bertemu dengan pihak Royal Caribbean membahas persoalan agar para wisatawan bisa menginap di Lombok. Namun kendala akomodasi dan atraksi yang minim disebut menjadi hal yang harus disiapkan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia membenarkan hal tersebut. Menurutnya, wisatawan kapal pesiar umumnya mencari experience baru dalam waktu singkat.

"Mereka ingin kesan yang kuat dan pengalaman unik. Itu yang harus kita siapkan agar mereka tertarik untuk tinggal lebih lama atau kembali lagi ke NTB," katanya.

Saat ini, destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan kapal pesiar antara lain Senggigi, Narmada, Sekotong, dan beberapa Gili. Faktor waktu menjadi penentu utama pemilihan destinasi.

Dari sisi operasional, General Manager Pelindo Lembar Kunto Wibisono memastikan Pelabuhan Gili Mas sudah sangat siap melayani kapal pesiar berukuran besar. Dermaga sepanjang 440 meter mampu menampung Oviation of the Seas yang memiliki panjang 350 meter.

“Ini kapal terbesar yang pernah masuk ke Indonesia, bukan hanya Lombok,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, tercatat 25 kapal pesiar telah booking sandar di Gili Mas. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 24 kapal dengan sekitar 85 ribu penumpang. Pada 2024, realisasi kunjungan mencapai 28 kapal dengan 77 ribu penumpang.

Kunto menyebutkan, musim kunjungan kapal pesiar akan padat hingga Juni, kemudian cenderung sepi pada Juli hingga Oktober sebelum kembali ramai pada November dan Desember.

"Rata-rata kapal sandar sekitar 12 jam. Di 2025 ada dua kapal yang stay overnight. Ini yang ingin kita tingkatkan ke depan," katanya.

Pemerintah Provinsi NTB dan Lombok Barat kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar, yakni memperbanyak atraksi wisata dan mempercepat pengembangan akomodasi skala besar agar dampak ekonomi dari wisata kapal pesiar bisa lebih optimal bagi daerah

Editor : Kimda Farida
#Lombok Barat #Gili Mas #Kapal Pesiar #NTB