LombokPost - Jalan baru di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mendadak viral di media sosial.
Konten kreator beramai-ramai membagikan postingan jalan yang dianggap menjadi salah satu jalan terindah di Pulau Lombok. Hal ini ternyata membawa berkah bagi masyarakat sekitar.
Matahari mulai condong ke barat, namun keriuhan di jalur perbukitan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, justru baru dimulai.
Jalan aspal mulus yang membelah area persawahan sepanjang lebih dari dua kilometer itu kini tak sekadar menjadi akses penghubung, melainkan menjelma menjadi magnet ekonomi baru bagi warga sekitar.
Bagi warga setempat, jalan ini adalah jalur berkah. Pemandangan alam yang memanjakan mata dari ketinggian atau yang sering dijuluki warga sebagai view bintang lima telah mengubah wajah desa yang dulunya sepi menjadi pusat kuliner lokal yang menjanjikan.
Kepala Desa Banyu Urip Selamat Riyadi mengungkapkan, perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 2 kilometer lebih ini membawa dampak instan bagi isi dompet warganya.
"Di sinilah berkahnya jalan baru ini. Masyarakat bisa menambah rezeki setiap hari dengan berjualan di pinggir jalan," ujarnya saat ditemui di Desa Banyu Urip.
Fenomena ini bukan sekadar musiman di akhir pekan. Selamat menyebutkan, geliat ekonomi ini terjadi setiap hari, mulai dari sore hingga malam hari. Berbagai jenis kuliner lokal dijajakan di sepanjang bahu jalan yang melintasi empat dusun di wilayah atas, yakni Dusun Bantir, Konda, Bentedung, dan Sambirati.
Menariknya, magnet ekonomi Banyu Urip ini tidak hanya dinikmati warga lokal desa setempat. Lokasi yang berada di perbatasan membuat warga dari kabupaten tetangga pun ikut mengais rezeki.
"Bukan cuma warga kami, bahkan dari Mataram pun ada yang datang berjualan di sini. Ada juga warga dari Desa Ranggate dan Mapak di Lombok Tengah yang ikut bergabung karena kita satu jalur dengan mereka," tambah Selamat.
Pihak Pemerintah Desa Banyu Urip mengaku tidak ingin membatasi kreativitas warga dalam berjualan. Sebaliknya, mereka melihat ini sebagai potensi yang harus dikelola dengan baik. Kedepannya, Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berencana melakukan penataan agar kawasan wisata dadakan ini tetap tertib.
Baca Juga: Pemdes Kayangan Sulap Lahan Desa Jadi Lapak UMKM, Bidik PADes Lewat Sewa Bulanan
"Harapan saya, kita harus sama-sama menjaga jalan ini. Supaya tetap rapi, bersih, dan indah. Masalah keamanan dan kenyamanan juga akan kami bahas lebih lanjut dengan BPD," tegasnya.
Perpaduan antara infrastruktur yang mumpuni dan keindahan alam yang eksotis memang menjadi nilai jual utama. Banyu Urip kini bukan lagi sekadar desa di perbatasan, melainkan destinasi yang menawarkan harapan baru.
"Kalau lewat di jalan ini, sambil setel musik bolywood vibesnya seperti di film-film India," kata Zulpahmi, salah satu warga.
Udara yang segar, aspal yang mulus, serta pemandangan persawahan yang hijau kini menggeliatkan ekonomi warga. Kehadiran jalan ini memberi harapan bagi pedagang untuk memulai kehidupan yang kian sejahtera.
Editor : Marthadi