
LombokPost – Seorang bocah di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, menjadi korban serangan enam ekor anjing liar, Sabtu (6/6).
Peristiwa tersebut memunculkan desakan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Pemda KLU dinilai perlu mengendalikan populasi hewan liar tersebut. Pasalnya, keberadaan anjing liar di sejumlah rempat semakin mengancam keselamatan warga.
Salah satu anggota DPRD KLU Artadi mendesak pemda segera merumuskan langkah yang lebih efektif dan terukur.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terlebih setelah adanya korban luka.
Artadi mengatakan, peristiwa di Desa Pemenang Barat itu menjadi pengingat bahwa persoalan anjing liar tidak hanya memuculkan gangguan lingkungan.
Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Perluas Keterlibatan Masyarakat Hukum Adat dalam Pembangunan
Tetapi telah berkembang menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Karena itu, terangnya, membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah. Artadi mengaku sudah berkoordinasi dengan OPD terkait.
"Memang belum ada penanganan yang lebih serius," ujar
Pemda memiliki program kastrasi sebagai pengurangan populasi anjing liar. Dia menyebut ini langkah baik, namun membutuhkan waktu cukup panjang untuk memberikan dampak signifikan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




