Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SDN 1 Sekotong Tengah Kembali Diliburkan Akibat Banjir, Kasek Sebut Sekolah Langganan Terendam Setiap Musim Hujan

Hamdani Wathoni • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:58 WIB
TERDAMPAK BANJIR: SDN 1 Sekotong Tengah meliburkan siswa sekolah akibat dampak banjir.
TERDAMPAK BANJIR: SDN 1 Sekotong Tengah meliburkan siswa sekolah akibat dampak banjir.

LombokPost – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, terpaksa dihentikan sementara. Pihak sekolah meliburkan seluruh siswa pada Rabu (14/1) menyusul banjir yang melanda wilayah Sekotong sehari sebelumnya.

Banjir tersebut berdampak pada tujuh desa dan kembali merendam sekolah yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir tahunan.

“Setiap tahun sekolah ini memang selalu terdampak banjir. Saat ini ruang kelas penuh lumpur, sehingga anak-anak kami liburkan sementara. Diperkirakan butuh waktu dua sampai tiga hari untuk membersihkan semuanya,” ujar Kepala SDN 1 Sekotong Tengah Zulkifli.

Sekolah yang berada di dekat simpang tiga Sekotong Tengah itu tidak luput dari genangan air. Air banjir masuk hingga ke dalam ruang kelas dan meninggalkan lumpur tebal. Sehingga ruangan tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar. Kepala sekolah bersama para guru langsung bergotong royong membersihkan sisa lumpur yang mengendap di lantai dan perabot kelas.

Zulkifli mengatakan banjir merupakan persoalan yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah terpaksa meliburkan siswa selama beberapa hari ke depan sambil melakukan pembersihan menyeluruh.

Selain fokus pada pembersihan, pihak sekolah juga diliputi kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya banjir susulan. Cuaca yang masih tidak menentu dikhawatirkan kembali mengganggu proses belajar mengajar.

"Kami masih was-was. Harapannya tidak ada banjir susulan agar kegiatan belajar bisa segera normal kembali," tambahnya. Menurut Zulkifli, kondisi geografis sekolah menjadi faktor utama penyebab banjir.

Letak bangunan sekolah yang rendah, berdekatan dengan aliran sungai, serta pengaruh banjir rob menyebabkan air dari perbukitan mudah mengalir dan menggenangi kawasan Sekotong Tengah.

Ia mengungkapkan, pihak sekolah sudah berulang kali mengusulkan rehabilitasi gedung kepada pemerintah. Usulan tersebut mencakup peninggian pondasi hingga pembangunan gedung bertingkat guna meminimalisasi dampak banjir. Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapat tindak lanjut.

"Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah agar sekolah ini tidak terus-menerus terdampak banjir. Apalagi jumlah siswa kami cukup besar," katanya. Saat ini SDN 1 Sekotong Tengah menampung sekitar 387 siswa dengan 13 rombongan belajar.

Keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah harus memanfaatkan aula yang awalnya direncanakan sebagai musala untuk kegiatan belajar. "Karena kekurangan kelas, aula yang seharusnya menjadi musala terpaksa kami gunakan sebagai ruang belajar," pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Lombok Barat #Sekolah #Banjir #NTB #Sekotong