LombokPost – Persoalan banjir musiman di Dusun Melase, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, hingga kini belum menemui titik terang. Setiap kali intensitas hujan meningkat, belasan rumah warga di wilayah tersebut dipastikan terendam air.
Kondisi ini pun memicu desakan dari pemerintah desa setempat agar Pemkab Lombok Barat (Lobar) segera turun tangan membangun sistem drainase yang representatif.
"Kejadian di Dusun Melase ini dari tahun ke tahun, setiap musim hujan pasti banjir. Apalagi kalau hujan sampai sehari semalam, rumah-rumah warga itu bisa tenggelam sampai setengah bangunan," ujar Kepala Desa Batulayar Barat Marjuni.
Dia mengungkapkan bahwa banjir di Dusun Melase telah menjadi agenda tahunan yang sangat meresahkan warga.
Berdasarkan pendataan di lapangan, setidaknya terdapat 17 hingga 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Mirisnya, hingga saat ini belum ada sistem drainase atau saluran pembuangan air yang memadai di lokasi tersebut.
Akibatnya, air hujan hanya menggenang tanpa ada celah untuk mengalir ke pembuangan akhir. Warga hanya bisa mengandalkan proses peresapan tanah secara alami yang memakan waktu cukup lama.
"Saluran drainase belum ada sama sekali. Airnya itu mondot (mengendap), diam saja di sana. Jadi cuma nunggu resapan tanah saja, meskipun ada celah sedikit untuk jalan air tapi tidak maksimal," imbuh Marjuni.
Pihak Pemdes mengaku angkat tangan jika harus menggunakan Dana Desa (DD) untuk menanggulangi persoalan ini. Hal ini disebabkan besarnya estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sistem drainase yang mampu mengalirkan air hingga ke pembuangan akhir di area pantai. Apalagi dengan kondisi pemangkasan DD hingga 80 persen seperti saat ini.
"Kalau kita mengeluarkan dana dari desa, saya rasa tidak bisa karena anggarannya terlalu besar. Perlu pembangunan drainase supaya air bisa keluar sampai ke pantai," tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemdes Batulayar Barat berharap Dinas terkait di tingkat kabupaten segera memberikan atensi khusus.
Dokumentasi berupa foto dan video kondisi banjir pun telah disiapkan sebagai bahan usulan kepada Bupati dan instansi teknis.
"Ini harapan kami, mungkin dari dinas-dinas terkait di kabupatenlah terutama. Saya minta tolong ini segera diatasi karena dampaknya setiap tahun wajib terjadi," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida