Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua Dekranasda NTB Kagum Lihat Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Lobar, Resmikan Program Pembinaan Kemandirian Konveksi

Hamdani Wathoni • Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:03 WIB
CEK KERAJINAN WARGA BINAAN: Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal didampingi Kalapas Kelas IIA Lobar M Fadli saat meninjau kerajinan cukli warga binaan, Jumat (13/11).
CEK KERAJINAN WARGA BINAAN: Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal didampingi Kalapas Kelas IIA Lobar M Fadli saat meninjau kerajinan cukli warga binaan, Jumat (13/11).

LombokPost — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat Sinta Agathia Iqbal meresmikan program pembinaan kemandirian konveksi bagi warga binaan di Lapas Lombok Barat, Jumat (13/10).

Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Lombok Barat dan PT Segara Mitra Utama sebagai mitra dunia usaha.

Dalam kunjungannya ini, Sinta juga dibuat kagum olej sejumlah hasil kerajinan warga binaan.

"Program pemberdayaan ini diharapkan dapat menumbuhkan harapan dan motivasi bagi warga binaan. Dekranasda NTB ingin memastikan bahwa setelah keluar nanti, mereka punya skill, tetap merasa memiliki keluarga dan lingkungan yang mau menerima kembali," ujar Sinta Agathia Iqbal kepada wartawan.

Kegiatan peresmian turut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB Agung Krisna, serta Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli.

Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Sinta, sapaannya mengapresiasi program pembinaan di Lapas Kelas IIA Lobar.

Dia melihat langsung bagaimana warga binaan membuat kerajinan batik, cukli, roasting kopi, hingga bertani di lahan pertanian Lapas.

"Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama," ucapnya memberi motivasi.

Menurutnya salah satu produk unggulan seperti Batik Tulis Gembok memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu faktor yang membuat batik hasil karya warga binaan menonjol adalah perpaduan warna dan desain yang unik, yang ternyata lahir dari latar belakang keahlian seni para warga binaan itu sendiri.

"Kenapa ini bisa bagus banget? Karena ternyata di sini ada penato yang jago menato. Jadi dari keahliannya menato ini bisa berbagi ke temannya, diturunkan ke batiknya," sebutnya.

Program pemberdayaan ini diharapkan dapat menumbuhkan harapan dan motivasi bagi warga binaan.

Dekranasda NTB ingin memastikan bahwa setelah keluar nanti, mereka tetap merasa memiliki keluarga dan lingkungan yang mau menerima kembali.

"Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama," pungkasnya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB Agung Krisna menegaskan komitmen Ditjenpas NTB dalam mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pembinaan di lapas. Sinergi dengan Dekranasda dan mitra swasta merupakan bentuk implementasi pembinaan berbasis produktivitas.

"Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat secara lebih baik," kata Agung.

Senada dengan Kakanwil ditjenpas NTB, Kalapas Lombok Barat M Fadli menjelaskan, program konveksi ini dirancang berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.

"Kami ingin hasil pembinaan benar-benar relevan dengan pasar. Kerja sama dengan PT Segara Mitra Utama menjadi jembatan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat terserap dan bernilai nyata," paparnya.

Melalui peresmian program dan penandatanganan PKS ini, Lapas Lombok Barat berharap pembinaan kemandirian konveksi dapat menjadi model penguatan keterampilan produktif yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana. 

Editor : Kimda Farida
#dekranasda #Lombok Barat #warga binaan #Lapas Kelas IIA Lombok Barat #NTB