LombokPost – Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menegaskan, keberhasilan satu tahun pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Lalu Ahmad Zaini tidak lepas dari faktor kepemimpinan yang kuat serta soliditas tim di lingkup Pemkab Lombok Barat.
Dalam refleksi setahun kepemimpinan, Nurul mengakui perbedaan signifikan antara pengalaman di legislatif dan eksekutif. Ia menyebut perannya sebagai wakil bupati menjadi ruang belajar yang berharga.
“DPR tidak sama dengan menjadi eksekutif. Saya banyak belajar dari beliau. Salah satu keberhasilan kita hari ini karena kepemimpinan beliau. Leadership yang kuat itu kunci kita bisa berhasil bersama,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dukungan keluarga dan para tokoh agama yang sejak awal mendoakan dan merestui pencalonan Lalu Ahmad Zaini sebagai bupati. Menurutnya, keputusan mendukung kepemimpinan tersebut kini terbukti tidak keliru.
“Alhamdulillah keputusan itu tidak salah. Sekarang terbukti dengan hasil yang kita rasakan bersama,” katanya.
Selain faktor kepemimpinan, Nurul menilai keberhasilan pemerintahan juga ditentukan oleh kemampuan membangun tim yang solid. Ia mengakui, pada bulan-bulan awal kepemimpinan suasana kerja di internal organisasi perangkat daerah (OPD) sempat terasa tegang.
“Bulan pertama sampai bulan ketiga mungkin tegang. Kepala OPD tegang. Bahkan ada yang berkelakar, ‘kopi morning tapi yang masuk rasanya pahit’,” ungkapnya, menggambarkan suasana evaluasi awal yang ketat.
Namun, menurutnya, tempaan dan kedisiplinan yang diterapkan justru menjadi fondasi bagi kekompakan tim. Kini, suasana rapat dinilai lebih cair meskipun evaluasi tetap berjalan.
“Sekarang sudah lebih rileks. Dievaluasi tetap, tapi kepala OPD sudah bisa tersenyum. Itu artinya kita sudah menemukan ritme kerja bersama,” jelasnya.
Nurul juga menyoroti pentingnya doa dan dukungan moral dari masyarakat serta para tuan guru. Ia merasakan langsung energi positif tersebut saat kegiatan car free night yang rutin digelar setiap akhir pekan.
Dalam kegiatan tersebut, ia dan bupati turun langsung menyapa warga. Respons masyarakat, kata dia, sangat menggembirakan. Bahkan ada warga yang menyampaikan dukungan spontan tanpa harus melalui momentum kampanye.
“Itu harapan luar biasa bagi kami. Orang mungkin mengira kegiatan seperti ini tidak akan istiqomah, tapi alhamdulillah terus berjalan,” katanya.
Ia mengakui, kebersamaan dalam setiap agenda publik menjadi bagian dari komitmen menunjukkan kekompakan pimpinan daerah di hadapan masyarakat dan jajaran OPD. Baginya, itu adalah bentuk pengorbanan sekaligus pengabdian.
Lebih jauh, Nurul menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menyelaraskan frekuensi kerja, meluruskan niat, dan menjaga integritas dalam melayani masyarakat. Momentum Ramadan, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat doa dan harapan bagi Lombok Barat.
“Mudah-mudahan Allah melimpahkan keberkahan untuk Lombok Barat, menjaga Pak Bupati, menjaga saya, dan menjaga kita semua dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi daerah, termasuk adanya pemotongan anggaran hingga ratusan miliar rupiah oleh pemerintah pusat. Meski demikian, ia memastikan hak-hak DPRD tetap terjaga.
“Di tengah pemotongan anggaran, Pak Bupati tidak mengganggu hak-hak DPR. Beliau memahami kebutuhan teman-teman dewan karena kita punya konstituen dan rakyat yang sama untuk dilayani,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Lombok Barat berkomitmen meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperhatikan kesejahteraan pegawai dan seluruh jajaran pemerintahan. Nurul optimistis, dengan kepemimpinan yang kuat, tim yang solid, dan dukungan masyarakat, upaya tersebut akan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.
Editor : Prihadi Zoldic