Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPPG Dasan Tapen: Menunya Disukai Warga, Santri, dan Diapresiasi Pemerintah Desa

Hamdani Wathoni • Selasa, 10 Maret 2026 | 12:18 WIB

Petugas SPPG Dasan Tapen menyiapkan menu bagi penerima manfaat.
Petugas SPPG Dasan Tapen menyiapkan menu bagi penerima manfaat.

LombokPost - Di saat sejumlah dapur MBG di Lombok Barat maupun di NTB ramai dihujat penerima, SPPG Dasan Tapen justru dipuja warga. Ternyata ini alasannya?

Aroma gurih masakan menyeruak makanan SPPG Dasan Tapen. Di saat sebagian besar warga sedang beristirahat, para pekerja di sana justru sedang sibuk-sibuknya. Mereka berpacu dengan waktu untuk menyiapkan ratusan porsi makanan bergizi sebelum azan Asar berkumandang. ​

Kesibukan ini merupakan bagian dari program khusus menu Ramadan yang dirancang untuk menjaga stamina masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga santri di pondok pesantren. Strategi pembagiannya pun dibuat detail, ada menu kering dan menu basah. ​

Ahli Gizi SPPG Dasan Tapen Dina Aulia menjelaskan, perbedaan jenis menu ini didasarkan pada kebutuhan dan karakteristik penerima manfaat. Untuk anak sekolah dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) desa, pihaknya menyediakan menu kering. Namun, perlakuan khusus diberikan untuk anak-anak di pondok pesantren.

​"Kebetulan untuk anak pondok, mereka meminta disajikan dengan menu basah. Jadi, kami siapkan khusus agar lebih selera saat berbuka," ujar Dina saat ditemui Lombok Post.

Baca Juga: SPPG Dasan Tapen Raih Pernghagaan Nasional, Sering Dapat Surat Cinta dari Siswa

Dina menekankan bahwa proses memasak baru dimulai pada jam satu siang agar makanan tetap dalam kondisi prima saat didistribusikan pada pukul 16.30 Wita atau setelah Asar. "Untuk anak pondok saja, kami menyiapkan sekitar 126 porsi setiap harinya," tambahnya. ​

Keberadaan SPPG Dasan Tapen ternyata bukan sekadar urusan isi perut. Di mata Kepala Desa Dasan Tapen H Nasrullah Hasbi, fasilitas ini telah menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang nyata. Ia menyebut kehadiran SPPG memberikan dampak signifikan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

​"Mulai dari gizi anak-anak, balita, hingga ibu hamil, semuanya mendapatkan manfaat dari menu bergizi yang disusun standar ahli gizi di sini," kata Nasrullah dengan nada bangga. ​Namun, yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga adalah penyerapan tenaga kerja. Nasrullah mengungkapkan bahwa hampir setiap dusun di Dasan Tapen kini memiliki perwakilan yang bekerja di SPPG.

Hal ini secara otomatis menekan angka pengangguran di tingkat desa. ​Tak berhenti di situ, SPPG Dasan Tapen juga membangun ekosistem ekonomi mikro yang sehat melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Penyediaan bahan baku makanan sehari-hari dipasok melalui BUMDes Dasan Tapen. Jadi, perputaran uangnya tetap di desa, dari kita untuk kita," jelasnya.

Baca Juga: Kawal Kualitas MBG Selama Ramadan, Sekolah di Mataram Minta SPPG Lebih Kreatif Buat Menu

​Sinergi antara pemenuhan gizi, penyediaan lapangan kerja, dan pemberdayaan BUMDes ini menjadi potret keberhasilan tata kelola desa yang mandiri. Bagi warga Dasan Tapen, SPPG bukan sekadar bangunan dapur umum, melainkan simbol harapan untuk generasi yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih kuat. (*)

Editor : Marthadi
#SPPG #Lombok Barat #Mbg #dipuji #NTB #pemerintah desa