LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 yang jatuh pada 17 April 2026.
Mengusung tema “Patju Begawean”, perayaan tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan kerja kolektif dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa tema yang diangkat memiliki makna filosofis mendalam. “Patju Begawean” mencerminkan etos kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat Kick Off HUT Lobar di Bundaran Giri Menang Square (GMS), Selasa (17/3). Menurutnya, peringatan hari jadi tidak sekadar seremonial tahunan, melainkan sarana memperkuat persatuan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Usia ke-68 ini merupakan gambaran perjalanan panjang penuh perjuangan. Berbagai capaian yang diraih saat ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Pj Sekda H. Ahmad Saikh, serta Dirut PAM Giri Menang H. Sudirman. Ia juga menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kolaborasi yang lebih solid dari semua pihak.
Pemkab Lobar telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan berlangsung mulai 11 hingga 19 April 2026.
Seluruh agenda dipusatkan di Alun-Alun Giri Menang Park dan Taman Kota Gerung, dengan konsep kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Beberapa agenda utama di antaranya Zikir dan Doa Bersama pada 15 April di Bencingah Agung sebagai bentuk rasa syukur.
Puncak peringatan akan digelar melalui Upacara Bendera pada 17 April yang melibatkan unsur pemerintah, TNI/Polri, pelajar, hingga tokoh masyarakat.
Selain itu, Pameran Potensi Desa bertajuk “Sejahtera dari Desa” menjadi salah satu kegiatan unggulan. Pameran ini akan menampilkan produk UMKM, hasil pertanian, serta inovasi desa yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Tak hanya itu, masyarakat juga akan dihibur dengan Night Run dan hiburan rakyat yang menghadirkan penampilan musik lokal hingga artis Amtenar.
Sementara itu, seni budaya khas Sasak seperti Peresean akan turut ditampilkan di Koloseum Taman Kota Gerung sebagai upaya pelestarian tradisi leluhur.
Bupati menegaskan, fokus pada potensi desa menjadi strategi penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Menurutnya, desa memiliki peran besar sebagai motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat nilai gotong royong sekaligus membuka ruang promosi bagi produk lokal agar lebih dikenal luas,” katanya.
Dengan target kunjungan mencapai 10 ribu orang, perayaan HUT ke-68 Lobar diharapkan memberi dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Momentum ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Dirgahayu Kabupaten Lombok Barat, Dirgahayu Gumi Patut Patuh Patju,” tutupnya.
Editor : Kimda Farida