Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Tunggu Birokrasi! Dr Syamsuriansah Hadiahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh di Telagawaru yang Sedang Berduka

Hamdani Wathoni • Senin, 6 April 2026 | 10:08 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar Dr. Syamsuriansah saat menjenguk Mahnun dan membawakan bantuan kursi roda, Sabtu (4/4). (TONI/LOMBOK POST)
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar Dr. Syamsuriansah saat menjenguk Mahnun dan membawakan bantuan kursi roda, Sabtu (4/4). (TONI/LOMBOK POST)

 

LombokPost - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Gubuk Aide, Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi. Mahnun, pria yang sudah lumpuh selama 1,5 tahun, harus melepas kepergian istrinya, Nurjanah, pada Kamis malam (2/4).

Kisah pilu Mahnun memantik simpati Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Dr. Syamsuriansah. Politisi Perindo ini turun langsung menjenguk Mahnun. Ia membawa bantuan kursi roda serta perlengkapan tidur layak pakai, Sabtu (4/4).

”Saya secara pribadi merasa terpanggil atas nama kemanusiaan. Melihat kondisi Pak Mahnun yang ditinggal istri dalam keadaan lumpuh, ini bukan lagi sekadar urusan birokrasi, tapi soal empati sesama manusia,” ujar Dr. Syam.

Baca Juga: Nasib PPPK Paro Waktu KLU Terancam Aturan Belanja Pegawai 30 Persen, Pemda Putar Otak Cari Solusi

Sebelumnya, ia telah memfasilitasi pengobatan almarhumah istri Mahnun ke RSUP NTB. Baginya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan warga yang sangat membutuhkan bantuan dasar seperti alat bantu jalan (kursi roda).

Menurut kadus setempat, bantuan kursi roda dari pemerintah daerah sempat dijanjikan namun terkendala birokrasi dan anggaran. Dr. Syam pun bergerak cepat tanpa menunggu lama. Tak hanya kursi roda, ia berkomitmen menanggung biaya pendidikan anak bungsu Mahnun hingga ke perguruan tinggi.

Kepala Dusun Gubuk Aide Idham, mengapresiasi gerak cepat sang legislator. Menurutnya, pihak desa sudah mengusulkan bantuan ke Dinas Sosial, namun realisasinya baru dijanjikan cair Mei mendatang. ”Pak Doktor langsung eksekusi tanpa banyak bicara,” kata Idham.

Baca Juga: Senggigi Lumpuh! Banjir dan Pohon Tumbang Kepung Hotel Sheraton

Sementara anak Mahnun Zainul mengaku ayahnya sudah menderita kelumpuhan sejak 1,5 tahun lalu. Kemudian ibunya sakit sejak September 2025 sebelum akhirnya menghembuskan nafas Kamis malam (2/4). ”Kita nggak tahu namanya musibah bisa datang kapan saja. Mau nggak mau siap menerimanya dan Alhamdulillah banyak yang peduli,” pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
#Kisah Pilu Mahnun #Dr Syamsuriansah #Desa Telagawaru #Anggota DPRD Lobar #Lombok Barat