LombokPost - Senyum sumringah terpancar dari wajah sejumlah warga yang memadati Alun-alun Giri Menang Park dan Taman Kota Gerung akhir pekan ini.
Suasana yang dulu terkesan sunyi, kini berubah total menjadi ruang publik yang hidup dan penuh energi.
Transformasi ini seolah menjadi napas baru bagi Kota Gerung, Ibu Kota Kabupaten Lombok Barat. Alun-alun Giri Menang Park hingga keberadaan Taman Kota membuat kompleks kantor bupati bukan sekadar hamparan lahan terbuka.
Revitalisasi besar-besaran telah melengkapinya dengan berbagai fasilitas modern. Mulai dari arena bermain anak yang aman hingga sarana outdoor fitness bagi masyarakat umum.
Pemandangan warga yang berolahraga sembari mengawasi anak-anak mereka bermain menjadi pemandangan lazim yang menyejukkan mata.
Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini mengungkapkan, pembukaan fasilitas ini sengaja dilakukan bertepatan dengan momen car free night dan car free day. Langkah ini diambil agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaat perubahan tersebut di waktu senggang mereka.
Baca Juga: Yuk Ramaikan, Ada Undian Sepeda Hingga Kulkas di Fun Walk Taman Kota Gerung
”Semua fasilitas ini memang kami hajatkan untuk masyarakat. Pembangunan Lombok Barat kita mulai gerakkan dari ibu kotanya, baru kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan lain,” ujarnya.
Selain alun-alun, salah satu daya tarik paling ikonik dalam penataan ini adalah kehadiran Koloseum di area taman kota.
Bangunan megah ini diproyeksikan menjadi pusat pelestarian budaya, khususnya olahraga tradisional Presean. Rencananya, Koloseum ini akan mulai berdenyut pada perayaan HUT Lobar pada 17 April.
Baca Juga: Taman Kota Gerung Rusak dan Tak Terurus, Disperkim Lobar Nihil Anggaran
Namun event peresean rencananya akan dilaksanakan pada 11-18 April mendatang. Ke depannya, tempat ini tidak hanya menjadi panggung bagi pemda, tetapi juga terbuka bagi paguyuban-paguyuban seni untuk menggelar atraksi budaya secara rutin.
Antusiasme warga pun tak terbendung. Mereka mengaku bangga memiliki pusat rekreasi sekaligus olahraga yang representatif. Tak hanya soal kebugaran, kehadiran taman ini juga menghidupkan roda ekonomi kecil melalui sentra kuliner yang kini lebih tertata.
Bupati berpesan agar kemegahan fasilitas ini dibarengi dengan kesadaran menjaga. ”Harapan kita satu, semoga ini dijaga bersama agar pemanfaatannya sesuai peruntukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wabup Lobar Nurul Adha berharap perubahan ini menjadi awal dari kebahagiaan warga. Baginya, pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia dan kebahagiaan sosial.
”Semoga masyarakat senang datang ke alun-alun dan taman kota kita. Kita lengkapi dan benahi apa yang kurang,” ucapnya. (HAMDANI WATHONI, Lombok Barat/r8)
Editor : Redaksi