Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tragedi Wisata Tibu Ijo: Warga Ampenan Terseret Arus, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Hamdani Wathoni • Selasa, 7 April 2026 | 11:52 WIB
Tim SAR gabungan bersama warga menyisir aliran sungai di kawasan wisata Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Senin (6/4). (DOK BASARNAS)
Tim SAR gabungan bersama warga menyisir aliran sungai di kawasan wisata Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Senin (6/4). (DOK BASARNAS)

 

 

LombokPost - Insiden orang hanyut kembali terjadi di kawasan wisata Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Seorang perempuan bernama Lisa Pratiwi, 25 tahun, warga Otak Desa, Kecamatan Ampenan, Mataram, dilaporkan terseret arus sungai saat berada di lokasi tersebut, Minggu siang (5/4).

Memasuki hari kedua pencarian, Senin (6/4), tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai. Upaya pencarian dilakukan secara maksimal mengingat kondisi medan yang cukup sulit, ditambah debit air yang meningkat.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama seorang rekannya tengah berlibur ke kawasan air terjun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terseret arus secara tiba-tiba saat hendak menuju titik utama air terjun. Arus sungai yang mendadak deras membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya hanyut.

Baca Juga: RSUD Tripat Gerung Buka Suara Soal Isu Pecat Honorer Lalu Rekrut Nakes Baru

Koordinator Lapangan SAR, Ida Bagus Netra Adnyana, menjelaskan bahwa tim langsung bergerak begitu menerima laporan kejadian. Tim berangkat sekitar pukul 18.50 WITA dengan membawa peralatan lengkap untuk operasi pencarian di air.

"Begitu laporan masuk, tim langsung kami kerahkan ke lokasi menggunakan rescue car. Peralatan SAR air juga kami siapkan untuk mendukung proses pencarian," ujarnya.

Pada hari kedua, area pencarian diperluas dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban diduga jatuh hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Tim memfokuskan pencarian di titik-titik rawan seperti bebatuan besar, cekungan air, serta area yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Mataram, BPBD Lombok Barat, aparat kecamatan, kepolisian, TNI, hingga perangkat desa dan relawan setempat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memaksimalkan pencarian, terutama karena warga lokal lebih memahami karakter aliran sungai di wilayah tersebut.

Baca Juga: Genjot PAD, Cara Sakti Wakil Bupati Nurul Adha Selamatkan PPPK Lombok Barat

Sementara itu, Kepala Desa Kekait Masjudin Dahlan mengungkapkan, kawasan wisata Tibu Ijo sebenarnya sudah ditutup sejak sekitar enam bulan lalu. Penutupan dilakukan karena seringnya terjadi insiden serupa yang membahayakan pengunjung.

"Sudah banyak kejadian di sana, bahkan memakan korban. Karena itu kami bersama kepala dusun sepakat menutup lokasi tersebut," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak desa telah memasang papan informasi larangan masuk di jalur menuju lokasi wisata. Namun, tidak dapat dipastikan apakah korban sempat melihat atau mengabaikan peringatan tersebut.

Menurutnya, saat kejadian, kondisi hujan di Desa Kekait tidak terlalu deras. Namun diduga hujan lebat terjadi di wilayah hulu sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat secara tiba-tiba. "nformasinya korban bersama temannya hendak menyeberangi sungai, lalu datang air bah," tambahnya.

Meski lokasi telah ditutup, pemerintah desa bersama warga tetap terlibat aktif membantu proses pencarian korban.

Editor : Pujo Nugroho
#Wisata Tibu Ijo #Air Terjun Tibu Ijo #Warga Ampenan Hanyut #Desa Kekait #SAR Mataram