LombokPost - Jenazah Lisa Pratiwi (25), warga Otak Desa, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram yang sempat terseret arus sungai di Tibu Ijo Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat Minggu siang (5/4) akhirnya ditemukan, Selasa sore (7/4).
Jenazah tersebut ditemukan di sungai yang masih berada di lokasi Desa Kekait.
"Ditemukan warga di depan bangunan Galery Aren Kekait. Agak sulit dievakuasi karena terjepit batu," jelas Kepala Desa Kekait Masjudin Dahlan kepada Lombok Post.
Selain warga, petugas Basarnas Mataram juga terlihat turun ikut melakukan evakuasi. Namun hingga petang, jasad perempuan malang tersebut belum juga berhasil dievakuasi.
"Kami sudah menurunkan tim. Cuma memang sampai sekarang masih evakuasi karena masih terjepit batu," ujar Humas Basarnas Mataram I Gusti Lanang Wiswananda.
Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama seorang rekannya tengah berlibur ke kawasan air terjun.
Baca Juga: Jenazah Mengapung di Perairan Senggigi Ternyata Pemancing Asal Bali
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terseret arus secara tiba-tiba saat hendak menuju titik utama air terjun. Arus sungai yang mendadak deras membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya hanyut.
Tim pencarian gabungan berangkat sekitar pukul 18.50 WITA dengan membawa peralatan lengkap untuk operasi pencarian di air.
Area pencarian sempat diperluas dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban diduga jatuh hingga beberapa kilometer ke arah hilir.
Tim memfokuskan pencarian di titik-titik rawan seperti bebatuan besar, cekungan air, serta area yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.
Menurut Pemerinta Desa Kekait, kawasan wisata Tibu Ijo sebenarnya sudah ditutup sejak sekitar enam bulan lalu. Penutupan dilakukan karena seringnya terjadi insiden serupa yang membahayakan pengunjung.
Sudah banyak kejadian di sana, bahkan memakan korban. Akhirnya Pemdes bersama kepala dusun sepakat menutup lokasi tersebut. Pihak desa telah memasang papan informasi larangan masuk di jalur menuju lokasi wisata. Namun, tidak dapat dipastikan apakah korban sempat melihat atau mengabaikan peringatan tersebut. (ton/r2)
Editor : Redaksi