LombokPost - Pemerintah Kecamatan Gunungsari mengeluarkan peringatan keras bagi wisatawan. Masyarakat dilarang mengunjungi sejumlah air terjun tanpa pengamanan ketat.
Langkah ini diambil usai jatuhnya korban dua wisatawan di Air Terjun Tibu Ijo dan Temburun Nanas.
Camat Gunungsari Zulkifli, menegaskan Air Terjun Tibu Ijo kini tertutup total.
Baca Juga: Tragedi Wisata Tibu Ijo: Warga Ampenan Terseret Arus, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif
Papan larangan telah dipasang di titik strategis. Mulai dari simpang Wadon hingga pintu masuk jembatan.
”Status Tibu Ijo saat ini terlarang untuk dikunjungi,” tegasnya, Jumat (10/4).
Sayangnya, masih banyak wisatawan nekat.
Baca Juga: Korban Air Terjun Tibu Sendalem Ditemukan
Mereka sering menggunakan jalur tikus via Lingsar atau Gegerung untuk menghindari petugas.
Beberapa oknum bahkan berdalih ingin ke kebun warga saat ditegur masyarakat setempat.
Padahal, risiko air bah sangat tinggi. Zulkifli mencontohkan kasus di Temburun Nanas yang melibatkan warga Lombok Tengah.
Baca Juga: Korban Tenggelam di Air Terjun Tibu Sendalem Narmada Ditemukan Meninggal
Meski sudah diperingatkan warga soal awan hitam di puncak gunung, mereka tetap memaksa masuk.
Terkait potensi wisata, Gunungsari kini fokus membenahi Temburun Nanas. Destinasi ini diproyeksikan mendukung kawasan Bendungan Meninting.
Berbeda dengan Tibu Ijo, Temburun Nanas dikelola lebih profesional. Pemerintah Desa Bukit Tinggi telah menyiagakan tim pemandu dan alat keselamatan air.
Wisatawan diimbau melalui jalur resmi dan wajib menggunakan jasa pemandu. Pihak kecamatan akan memperbanyak banner imbauan bersama Polsek setempat.
”Kami tidak ingin mematikan potensi wisata, tapi keselamatan adalah yang utama. Jangan nekat sendiri, gunakan pemandu dan ikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Kades Kekait Masjudin Dahlan menyebut Tibu Ijo sudah ditutup sejak enam bulan lalu.
Keputusan ini diambil karena lokasi tersebut sering memakan korban. Pihak desa meminta wisatawan menghormati larangan demi keselamatan bersama. (ton/r8)
Editor : Redaksi