LombokPost - RSUD Tripat Gerung melakukan terobosan besar dalam rekrutmen pegawai non-ASN. Tahun ini, seleksi mengadopsi sistem Computer Assisted Test (CAT). Langkah transparan ini dipantau langsung Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Minggu (19/4).
Bupati ingin memastikan tidak ada praktik titip-menitip. Menurutnya, transparansi adalah harga mati. Sistem CAT memungkinkan peserta langsung mengetahui nilai usai ujian.
”Semuanya berbasis komputer. Peserta sudah tahu nilainya, benar dan salahnya berapa,” tegas LAZ kepada Lombok Post.
Langkah berani ini diambil untuk memutus rantai nepotisme. Bupati menegaskan kekuasaan adalah amanah untuk mencari SDM kompeten. Ia enggan menjadikan rekrutmen sebagai wadah bagi-bagi jatah. ”Begitu ada titipan satu saja, publik akan menilai semuanya titipan. Ini pertaruhan integritas,” katanya.
Baca Juga: Tragis! Anak Tega Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Dipicu Masalah Ekonomi
Sistem passing grade dan ranking ketat diberlakukan. Hanya mereka yang terbaik yang akan mengisi formasi. Standar tinggi ini bertujuan agar RSUD tidak dibebani pegawai tanpa kompetensi.
Direktur RSUD Tripat Gerung dr Suriyadi menyebut peminat seleksi cukup tinggi. Dari 800 pendaftar, hanya 161 orang lolos verifikasi administrasi. Mereka kemudian berhak mengikuti tes CAT. ”Hasilnya langsung keluar. Tidak mungkin ada intervensi dari pihak manapun, termasuk saya,” jelas dr Suriyadi.
Meski lolos CAT, perjuangan belum berakhir. Peserta masih harus melewati tes kompetensi bidang, kesehatan, hingga psikologi. Tahap akhir adalah wawancara untuk melihat kapabilitas dan kepribadian.
Baca Juga: Dua Saudari Terjun ke Sungai Meninting
Pihak RSUD juga mengundang Inspektorat, BKD, hingga Dewan Pengawas. Dari 161 peserta, RSUD Tripat hanya mencari 74 orang terbaik. Sistem gugur objektif ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Lombok Barat.
Editor : Pujo Nugroho