LombokPost - Kehadiran para petugas penyapu yang senantiasa menjaga kebersihan Lombok Barat mendapat apresiasi istimewa dari Pemda. Hal tersebut terlihat dalam perayaan HUT ke-68, Jumat (17/4) pekan lalu.
Di bawah langit cerah Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat pagi (17/4), suasana Hari Ulang Tahun ke-68 Lombok Barat terasa sedikit berbeda. Tidak ada kesan kaku seremonial. Yang tampak justru hangat, sederhana, dan penuh makna.
Di tengah barisan pasukan kuning atau para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha berdiri dengan senyum lebar. Didampingi sang suami, Utman Rifqi, ia memegang sebilah pisau kecil di depan tumpeng kuning yang menjadi simbol syukur.
Baca Juga: Bupati Lobar Pantau Tes CAT RSUD Tripat Gerung: Tak Ada Titipan, Transparansi Harga Mati!
Biasanya, potongan pertama tumpeng diberikan kepada pejabat atau tamu kehormatan. Namun kali ini, arah langkah wabup yang akrab disapa Ummi Nurul Adha itu justru berbeda. Ia melangkah mendekati seorang perempuan berseragam kuning yang berdiri di barisan depan. Dia adalah petugas kebersihan paling senior di antara mereka.
Potongan tumpeng itu pun berpindah tangan. Tepuk tangan pecah. Bukan sekadar seremoni, melainkan penghormatan yang lama dinanti. ”Teruslah semangat bekerja,” ucap Umi Nurul, dalam sambutannya.
Ia mengakui, selama ini perhatian pemerintah daerah kepada para petugas kebersihan mungkin belum maksimal. ”Dengan kerja ikhlas menjaga kebersihan, rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” lanjutnya.
Di sudut lain, beberapa petugas tampak tersenyum haru. Mungkin ini pertama kalinya mereka menjadi pusat perhatian dalam perayaan sebesar ini. Padahal, setiap hari merekalah yang memastikan halaman kantor bupati, taman kota, hingga Alun-Alun Giri Menang tetap bersih bahkan sebelum banyak orang terbangun.
Baca Juga: Sapi Bima Serbu Pelabuhan Gili Mas! Truk Mengular hingga Luar Dermaga Jelang Idul Adha
Utman Rifqi memotong bagian kedua tumpeng. Ia menyerahkannya kepada petugas kebersihan laki-laki paling senior. Sebuah gestur sederhana, tetapi sarat makna tentang penghargaan dan kesetaraan.
Momen itu menjadi pengingat bahwa di balik wajah kota yang bersih dan rapi, ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam. Mereka yang jarang disebut, namun tak tergantikan.
Penjabat Sekda Lobar Ahmad Syaikhu, yang turut hadir, hanya bisa tersenyum menyaksikan suasana tersebut. Tanpa banyak kata, kebersamaan pagi itu sudah berbicara lebih dari cukup.
Editor : Pujo Nugroho