Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sapi Bima Serbu Pelabuhan Gili Mas! Truk Mengular hingga Luar Dermaga Jelang Idul Adha

H
Penulis: Hamdani Wathoni❯
Deretan truk bermuatan sapi asal Bima tampak mengantre di area parkir Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Jumat (17/4). (TONI/LOMBOK POST)
Deretan truk bermuatan sapi asal Bima tampak mengantre di area parkir Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Jumat (17/4). (TONI/LOMBOK POST)

Advertisement

 

LombokPost - Arus pengiriman hewan ternak sapi dari Bima menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gili Mas, Lembar, mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Pantauan di lokasi sejak Jumat (17/4), pekan lalu, puluhan truk bermuatan sapi memenuhi area parkir pelabuhan, bahkan antrean kendaraan menumpuk hingga puluhan meter ke jalan raya di depan pintu masuk dermaga.

Kondisi ini dipicu tingginya permintaan sapi kurban menjelang hari raya Idul Adha. Para peternak dan pengepul dari wilayah Bima mulai menyeberang lebih awal untuk mengejar pasar di Surabaya dan Jakarta. Namun, terbatasnya armada kapal dan padatnya volume kendaraan membuat para sopir harus bersabar menunggu giliran bongkar muat.

Advertisement

”Kami berharap bisa segera berangkat. Kasihan ternak kalau terlalu lama di jalan. Sekarang saja kami sudah tertahan cukup lama karena lahan parkir penuh,” ujar Maliki, salah satu peternak.

Maliki mengaku sudah dua malam berada di area parkir Pelabuhan Gili Mas. Namun informasi yang didapatkan, dia menjadi prioritas karena datang lebih dulu dibanding pengemudi truk yang lain.

Advertisement

Maliki mengaku membawa sekitar 22 ekor sapi dalam satu truk. Sapi-sapi tersebut memiliki nilai jual bervariasi, mulai dari Rp 18 juta hingga Rp 36 juta per ekor, tergantung bobot dan kualitasnya.

Hal senada diungkapkan Samsudin, peternak lainnya. Ia mengaku pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran berharga, di mana sempat terjadi penumpukan parah yang menyebabkan belasan ekor sapi mati akibat kelelahan dan dehidrasi.

”Tahun lalu ada belasan sapi yang mati karena antrean terlalu panjang. Sekarang kondisinya lebih baik, tapi kami tetap minta ketersediaan air minum untuk sapi diperhatikan selama menunggu di pelabuhan. Kami harus beli air di warung-warung sekitar karena aksesnya agak jauh,” keluh Samsudin.

Sebelumnya, Branch Manager Pelindo Lembar Kunto Wibisono menjelaskan koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman ini. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Kemenko Bidang Pangan, Dinas Peternakan, serta Dishub NTB. ”Pengiriman dari Sumbawa dan Bima memang mulai meningkat,” akunya.

Pihaknya terus memantau agar tidak terjadi penumpukan yang tidak terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya. Kunto menambahkan, saat ini hanya ada satu operator kapal dengan tiga unit armada yang melayani rute tersebut dari dermaga Pelindo, yakni dua kapal berkapasitas 15 truk dan satu kapal besar, Mutiara Sentosa, yang mampu menampung hingga 50 unit kendaraan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rayakan Idul Adha, Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi di Masjid Al-Umary

Rayakan Idul Adha, Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi di Masjid Al-Umary

Tahun ini masyarakat Kelurahan Kelayu kembali merayakan idul adha dengn Menyembelih 40 ekor sapi yang terkumpul dari kalangan masyarakat.

Perputaran Ekonomi dari Pengiriman Sapi Kurban NTB Tembus Setengah Triliun Rupiah

Perputaran Ekonomi dari Pengiriman Sapi Kurban NTB Tembus Setengah Triliun Rupiah

Menjelang Iduladha1447 Hijriah, Provinsi NTB kembali menjadi salah satu penopang utama kebutuhan sapi kurban Nasional.

Presiden Prabowo Borong Tiga Ekor Sapi Kurban dari Lombok Tengah

Presiden Prabowo Borong Tiga Ekor Sapi Kurban dari Lombok Tengah

Tiga ekor sapi jumbo dari Lombok Tengah dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk dikurbankan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer